BIMA – Tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Bima Kota, Satpolairud Polres Bima, Basarnas Bima, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Laut Bima, Syahbandar, Distrik Navigasi, serta sejumlah instansi terkait berhasil mengevakuasi 44 penumpang Kapal Layar Motor (KLM) Armada Mulya yang mengalami kecelakaan laut di perairan Selat Sanggar, Jumat (17/7/2026).
Kapal yang berlayar dari Pelabuhan Kayangan, Lombok, menuju Labuan Bajo tersebut dilaporkan mengalami kebocoran setelah dihantam gelombang tinggi saat melintasi perairan Teluk Sanggar pada Kamis (16/7/2026) malam.
Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., mengatakan berdasarkan keterangan nahkoda kapal, Muhammad Basir (51), insiden terjadi sekitar pukul 19.00 WITA ketika kapal diterjang gelombang besar dari arah utara.
"Gelombang besar dari arah utara menghantam kapal sehingga menyebabkan lambung kiri bagian depan dan belakang mengalami kerusakan serta bocor. Air kemudian masuk ke dalam kapal hingga akhirnya kapal tenggelam. Nahkoda segera menginstruksikan seluruh penumpang dan anak buah kapal (ABK) untuk mengenakan jaket pelampung dan naik ke sekoci penyelamat," jelas AKBP Mubiarto.
Setelah menerima laporan dari pemilik kapal, Satpolairud Polres Bima Kota segera berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait. Pada Jumat dini hari sekitar pukul 05.00 WITA, tim gabungan bergerak menuju lokasi menggunakan sekoci untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan.
Berkat koordinasi yang cepat dan sinergi seluruh unsur yang terlibat, seluruh penumpang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Para korban kemudian dipindahkan ke Kapal Perintis Amukti Palapa untuk dibawa menuju Pelabuhan Laut Bima.
"Sekitar pukul 09.30 WITA, seluruh korban tiba di Pelabuhan Laut Bima dan langsung diarahkan ke Kantor KSOP Kelas IV Bima guna menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis," terang Kapolres.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh 44 penumpang selamat. Namun, seorang warga negara asing (WNA) mengalami luka-luka sehingga dirujuk ke RSUD Bima untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sementara penumpang WNA lainnya diarahkan ke hotel untuk beristirahat setelah proses evakuasi selesai.
AKBP Mubiarto mengapresiasi kerja sama seluruh personel dan instansi yang terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan evakuasi merupakan bukti nyata sinergi lintas sektor dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.
"Keberhasilan proses evakuasi ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara Polri, Basarnas, KSOP, Syahbandar, Distrik Navigasi, serta seluruh unsur terkait. Alhamdulillah seluruh penumpang berhasil diselamatkan. Kami juga mengimbau kepada seluruh operator maupun pengguna jasa transportasi laut agar selalu mengutamakan aspek keselamatan pelayaran serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar," ujar AKBP Mubiarto.
Ia menambahkan bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, setiap operator kapal maupun pengguna jasa transportasi laut diharapkan selalu memastikan kelayakan kapal, kelengkapan alat keselamatan, serta memantau perkembangan cuaca sebelum melakukan pelayaran.
Keberhasilan operasi penyelamatan ini menjadi bukti komitmen Polri bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan respons cepat terhadap kondisi darurat di wilayah perairan, sekaligus memastikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.[]
