Tutup Festival Literasi, Rita Mayasari Ajak Budayakan Membaca dan Lantik Pengurus Bunda Literasi Aceh Besar

Editor: Syarkawi author photo

 


Kota Jantho – Bunda Literasi sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Aceh Besar, Hj Rita Mayasari, menegaskan bahwa gerakan literasi harus menjadi budaya yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial. 

Hal tersebut disampaikannya saat menutup Festival Literasi Kabupaten Aceh Besar 2026 yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Bunda Literasi Kabupaten Aceh Besar Periode 2026–2031 di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Besar, Kota Jantho, Rabu (22/7/2026).

Dalam sambutannya, Rita Mayasari menekankan bahwa keberhasilan membangun budaya literasi merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan pemerintah, keluarga, sekolah, hingga masyarakat.

"Festival ini bukan sekadar ajang perlombaan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana semangat membaca, belajar, dan berkarya terus hidup setelah kegiatan ini berakhir. Literasi harus menjadi kebiasaan sehari-hari dan menjadi budaya yang mengakar di tengah masyarakat," ujarnya.

Menurut Rita, budaya literasi akan melahirkan generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghidupkan aktivitas literasi di gampong, sekolah, maupun ruang-ruang publik.

"Mari kita bersama-sama membangun ekosistem literasi yang kuat. Jadikan membaca sebagai kebutuhan, menulis sebagai kebiasaan, dan belajar sebagai bagian dari kehidupan kita setiap hari," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Rita Mayasari juga melantik Pengurus Bunda Literasi Kabupaten Aceh Besar Periode 2026–2031. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu menjadi motor penggerak literasi hingga ke tingkat gampong melalui berbagai program yang menyentuh langsung masyarakat.

"Saya berharap pengurus yang baru dapat mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab dan menghadirkan program-program yang mampu memperluas gerakan literasi, sehingga budaya membaca dan belajar semakin berkembang di Aceh Besar," tuturnya.

Selain pelantikan, Rita Mayasari turut menyerahkan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang digelar selama Festival Literasi.

Festival Literasi Kabupaten Aceh Besar 2026 yang berlangsung sejak 20 Juli diikuti pelajar dan pegiat literasi dari berbagai kecamatan. Beragam kegiatan digelar untuk meningkatkan minat baca dan kreativitas, di antaranya lomba bertutur tingkat SD/MI, lomba baca puisi tingkat SMA/sederajat, lomba lacak pustaka, serta pameran produk perpustakaan gampong berbasis Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

Rita berharap festival tersebut menjadi momentum untuk memperkuat budaya literasi di Aceh Besar.

"Kami ingin Festival Literasi menjadi pemantik lahirnya generasi yang gemar membaca, gemar belajar, dan mampu berpikir kritis. Literasi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya dirayakan dalam sebuah kegiatan, tetapi benar-benar menjadi budaya di keluarga, sekolah, dan masyarakat," pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pokja Bunda Literasi/PAUD Aceh Besar Hj Nurul Fazli, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh Besar Nurbaiti, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, kepala sekolah, pegiat literasi, peserta lomba, serta masyarakat yang memadati lokasi penutupan festival.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini