Buka Rakernis Gabungan Tujuh Fungsi, Kapolda NTB Tekankan Sinergi dan Hilangkan Ego Sektoral

Editor: Syarkawi author photo

 


Mataram – Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., secara resmi membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Gabungan Tujuh Fungsi di Ballroom Hotel Lombok Raya, Kamis (6/8/2026).

Rakernis tersebut menjadi forum strategis untuk menyatukan arah kebijakan, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan sinergi antarfungsi dalam menghadapi dinamika tugas kepolisian yang terus berkembang.

Dalam sambutannya, Kalingga menegaskan Rakernis bukan sekadar agenda evaluasi tahunan, melainkan momentum untuk menyamakan visi, mempererat kolaborasi, dan membangun kesamaan langkah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Rakernis ini bukan sekadar forum evaluasi, tetapi momentum menyelaraskan arah kebijakan, menyatukan cara pandang, dan memperkuat sinergi antarfungsi. Organisasi yang tangguh lahir dari keterpaduan seluruh unsur yang bergerak menuju tujuan yang sama,” ujar Kalingga.

Ia menjelaskan, masing-masing fungsi di lingkungan Polda NTB memiliki peran strategis yang saling melengkapi dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

Biro Rena berperan dalam mengawal pembangunan organisasi, Ditintelkam memperkuat deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, Ditbinmas membangun kemitraan dengan masyarakat, dan Ditsamapta menghadirkan rasa aman melalui kehadiran personel di lapangan.

Sementara itu, Ditpamobvit berperan dalam pengamanan objek vital nasional, Ditpolairud menjaga keamanan wilayah perairan, sedangkan Biddokkes memberikan dukungan kesehatan bagi personel sekaligus pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.

Menurut Kalingga, meskipun memiliki tugas dan fungsi berbeda, seluruh personel Polri memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Peran kita boleh berbeda, namun pengabdian berpijak pada tujuan yang sama, menghadirkan perlindungan yang menenangkan, pengayoman yang menguatkan, serta pelayanan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Dorong Inovasi dan Hilangkan Ego Sektoral

Kalingga juga menyoroti perkembangan teknologi, dinamika sosial, serta semakin kompleksnya potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kondisi tersebut menuntut personel Polri untuk bekerja secara lebih prediktif, responsif, profesional, dan adaptif.

Karena itu, ia meminta seluruh peserta Rakernis menjadikan forum tersebut sebagai ruang untuk melahirkan inovasi, gagasan, serta solusi konkret yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Kapolda juga mengingatkan pentingnya menghilangkan ego sektoral dan membangun budaya kerja kolaboratif agar setiap fungsi dapat saling mendukung dalam mencapai tujuan organisasi.

“Tinggalkan ego sektoral, bangun komunikasi yang efektif, dan perkuat budaya kerja kolaboratif. Keberhasilan tidak lahir dari kerja sendiri-sendiri, melainkan dari kekuatan kebersamaan yang saling menguatkan,” tegasnya.

Mengakhiri arahannya, Kalingga mengajak seluruh personel untuk terus menjaga integritas dan menjadikan setiap pelaksanaan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Pengabdian bukan sekadar menyelesaikan tugas, tetapi menghadirkan nilai dan meninggalkan jejak kebaikan. Ketika niat tetap tulus, integritas terjaga, dan langkah terus seirama, kepercayaan masyarakat akan terus tumbuh,” pungkasnya.

Melalui Rakernis Gabungan Tujuh Fungsi tersebut, Polda NTB berharap lahir berbagai strategi, inovasi, dan langkah konkret yang semakin memperkuat profesionalisme Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan pelayanan yang presisi kepada masyarakat.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini