BANDA ACEH – Semangat patriotisme dan kecintaan terhadap Tanah Air terus berkobar di Aceh menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Momentum kemerdekaan tidak sekadar diperingati melalui kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat atas jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang dengan darah, air mata, bahkan mempertaruhkan nyawa demi kemerdekaan Indonesia.
Semangat tersebut salah satunya ditunjukkan personel Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Aceh dengan mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai simbol penghormatan kepada para pahlawan sekaligus wujud kecintaan terhadap bangsa dan negara, Senin (10/8/2026).
Komandan Satuan Brimob Polda Aceh Kombes Pol Zulkifli Ismail, S.I.K., M.H., M.Han., melalui Komandan Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Aceh AKBP Dr. Akmal, S.E., M.M., mengatakan pengibaran Bendera Merah Putih merupakan tindakan sederhana, namun memiliki makna besar dalam menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme.
“Mengibarkan Bendera Merah Putih bukan sekadar memasang selembar kain berwarna merah dan putih. Di balik bendera itu terdapat sejarah panjang perjuangan bangsa, pengorbanan para pahlawan dan tetesan darah para pejuang yang telah mengantarkan Indonesia menjadi bangsa yang merdeka,” ujar AKBP Dr. Akmal.
Menurutnya, generasi saat ini memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal positif.
Persatuan dan kesatuan bangsa harus terus dipelihara, sementara masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecah belah bangsa.
Semangat tersebut juga diwujudkan personel Detasemen Gegana dengan mengajak masyarakat bersama-sama menghormati perjuangan para pahlawan melalui tindakan nyata.
Salah satunya dengan mengibarkan Bendera Merah Putih di lingkungan rumah, kantor, tempat usaha maupun fasilitas umum.
Seorang tokoh masyarakat setempat yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, pengibaran Bendera Merah Putih semestinya tidak dianggap sebagai beban.
Menurutnya, perjuangan yang dilakukan generasi saat ini jauh lebih sederhana dibandingkan pengorbanan para pejuang dalam merebut kemerdekaan.
“Kita sekarang hanya diminta mengibarkan selembar Bendera Merah Putih saja terkadang merasa berat. Sementara para leluhur dan pejuang kita dahulu mempertaruhkan nyawa demi Merah Putih ini. Karena itu, sebagai generasi muda, kita harus memiliki jati diri, rasa cinta Tanah Air dan tidak mudah dipengaruhi provokasi yang dapat merusak persatuan bangsa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perjuangan generasi saat ini bukan lagi mengangkat senjata melawan penjajah, melainkan menjaga kemerdekaan melalui persatuan, menghormati perbedaan, menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.
“Jiwa patriotisme tidak harus selalu ditunjukkan dengan mengangkat senjata. Menghormati bendera, menjaga persatuan, membantu sesama, menaati aturan dan bekerja dengan tulus untuk negeri juga merupakan bentuk perjuangan di masa kini,” katanya.
Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Aceh mengajak seluruh masyarakat Aceh menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai kesempatan untuk memperkuat nasionalisme sekaligus menghidupkan kembali semangat perjuangan para pahlawan.
Kemerdekaan yang dinikmati saat ini bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan panjang yang dibayar dengan pengorbanan jiwa dan raga.
Merah adalah keberanian. Putih adalah kesucian. Merah Putih adalah identitas dan kehormatan bangsa Indonesia.
Berkibarlah Benderaku.
Berkibarlah Merah Putih.
Semangatmu adalah semangat para pahlawan. Kibarmu menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus terus dijaga.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Indonesia Merdeka, Indonesia Bersatu, Indonesia Tangguh.[]
