Dukung Ketahanan Pangan Keluarga, Koramil 12/Sakti, Kodim 0102/Pidie Bersama Satgas TMMD ke-129 Siapkan Kandang Ayam dan Kolam Lele di Pekarangan RTLH

Editor: Syarkawi author photo

 


Pidie – Upaya mendorong kemandirian pangan masyarakat terus dilakukan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Reguler Kodim 0102/Pidie. 

Salah satunya diwujudkan melalui pemanfaatan lahan pekarangan rumah penerima manfaat Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan menyiapkan kandang ayam petelur dan kolam budidaya ikan lele di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Senin (10/8/2026).

Personel Koramil 12/Sakti Kodim 0102/Pidie bersama Satgas TMMD ke-129 Reguler terus mempercepat pengerjaan sarana pendukung ketahanan pangan tersebut. 

Kegiatan ini dilaksanakan di halaman pekarangan RTLH yang pembangunannya telah siap, dengan harapan lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara produktif oleh masyarakat penerima manfaat.

Program pemanfaatan pekarangan tersebut dirancang tidak hanya untuk menyediakan sumber pangan tambahan bagi keluarga, tetapi juga sebagai contoh sederhana yang dapat diterapkan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat setelah seluruh rangkaian kegiatan TMMD selesai.

Dalam pengerjaannya, personel Koramil 12/Sakti bersama Satgas TMMD menyiapkan kolam sederhana untuk budidaya ikan lele dengan memanfaatkan terpal sebagai penahan air. 

Terpal tersebut dipasang pada area yang sebelumnya telah disiapkan dengan penahan berbahan papan sehingga membentuk kolam yang dapat digunakan untuk pemeliharaan ikan.

Di bagian atas kolam juga disiapkan kandang ayam petelur. Penempatan kandang ayam di atas kolam dirancang sebagai salah satu bentuk pemanfaatan ruang secara efisien. 

Sisa pakan ayam yang jatuh dari kandang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari sumber pakan tambahan bagi ikan lele, sehingga diharapkan dapat mengurangi pemborosan pakan sekaligus menciptakan pola pemanfaatan pekarangan yang lebih terpadu.

Selain kandang ayam dan kolam lele, pemanfaatan pekarangan juga akan dilengkapi dengan tanaman pangan dan hortikultura sederhana seperti cabai, terong dan tomat.

Berbagai jenis tanaman tersebut dipilih karena dapat dibudidayakan di lahan pekarangan serta memiliki manfaat langsung untuk memenuhi sebagian kebutuhan dapur keluarga.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata perhatian TNI terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan rumah. 

Pekarangan yang sebelumnya hanya menjadi ruang kosong diharapkan dapat diubah menjadi lahan produktif yang menghasilkan berbagai kebutuhan pangan keluarga.

Danramil 12/Sakti, Kapten Inf Dwi Santosa, mengatakan bahwa pemanfaatan pekarangan melalui budidaya ayam petelur, ikan lele dan tanaman sayuran merupakan bagian dari upaya memberikan contoh kepada masyarakat mengenai pentingnya memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan contoh sederhana kepada masyarakat bahwa pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan sumber pangan. Harapannya, setelah program TMMD selesai, masyarakat penerima manfaat dapat melanjutkan dan mengembangkan kegiatan ini secara mandiri,” ujar Kapten Inf Dwi Santosa.

Menurutnya, konsep tersebut tidak harus dilakukan dalam skala besar. Dengan memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah, masyarakat dapat menghasilkan sebagian kebutuhan pangan sehari-hari, baik berupa telur, ikan maupun sayuran. 

Apabila dilakukan secara berkelanjutan, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi pengeluaran keluarga untuk membeli kebutuhan pangan di pasar.

Selain memberikan manfaat dari sisi ketersediaan pangan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan keterampilan dan motivasi masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif berbasis rumah tangga. 

Masyarakat dapat memanfaatkan hasil budidaya untuk konsumsi sendiri maupun mengembangkannya menjadi kegiatan ekonomi apabila produksi telah mencukupi.

Personel Satgas TMMD juga terus memberikan contoh mengenai cara sederhana dalam memanfaatkan pekarangan. 

Pendampingan tersebut penting agar masyarakat tidak hanya menerima hasil pembangunan secara fisik, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah program TMMD berakhir.

Pemanfaatan pekarangan melalui konsep terpadu juga menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dari tingkat keluarga. 

Ketersediaan telur, ikan dan sayuran yang dapat diproduksi sendiri di lingkungan rumah diharapkan mampu memberikan tambahan sumber pangan bergizi bagi keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar.

Bagi penerima manfaat RTLH, keberadaan fasilitas pendukung ketahanan pangan tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah terhadap rumah yang telah dibangun melalui program TMMD. 

Rumah tidak hanya menjadi tempat tinggal yang lebih layak, tetapi juga memiliki pekarangan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan produktif.

Satgas TMMD ke-129 Reguler bersama Koramil 12/Sakti terus berupaya menyelesaikan setiap sasaran kegiatan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. 

Selain pembangunan fisik, perhatian juga diberikan terhadap program yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemanfaatan lahan pekarangan.

Konsep tersebut sekaligus diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya di Desa Lhok Panah. 

Dengan kreativitas dan kemauan untuk memanfaatkan lahan yang tersedia, masyarakat dapat mengembangkan berbagai kegiatan produktif yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan keluarga.

Lebih dari sekadar pembangunan sarana, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun pola pikir masyarakat agar semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan. 

Semangat gotong royong yang selama ini terlihat dalam pelaksanaan TMMD diharapkan dapat terus berlanjut meskipun seluruh personel Satgas nantinya telah menyelesaikan tugas dan kembali ke satuan masing-masing.

Setelah penutupan TMMD ke-129 Reguler, masyarakat penerima manfaat diharapkan mampu merawat dan mengembangkan kandang ayam, kolam lele serta tanaman pekarangan yang telah disiapkan. 

Keberlanjutan program tersebut sangat penting agar manfaat kegiatan tidak berhenti pada saat program TMMD berakhir, tetapi dapat terus dirasakan dalam jangka panjang.

Dengan adanya kandang ayam petelur, kolam lele dan tanaman hortikultura seperti cabai, terong serta tomat, pekarangan rumah diharapkan mampu menjadi sumber pangan sederhana sekaligus membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga. 

Apabila dikelola secara konsisten, hasilnya juga berpotensi menjadi tambahan pendapatan bagi keluarga.

Melalui kegiatan tersebut, Koramil 12/Sakti dan Satgas TMMD ke-129 Reguler Kodim 0102/Pidie menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada pemberdayaan dan kemandirian warga.

Program pemanfaatan pekarangan ini diharapkan menjadi salah satu warisan positif TMMD ke-129 Reguler di Desa Lhok Panah. 

Dengan semangat gotong royong, ketekunan dan kemauan untuk mengembangkan potensi yang ada, masyarakat diharapkan mampu menjadikan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga yang produktif, berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini