Fashion Show Festival QRIS Pasar Aceh Hadirkan Ruang Kreatif Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

Editor: Syarkawi author photo

 

Semarak Festival QRIS Pasar Aceh di eks lahan Pasar Aceh Shopping Center (PAS), Banda Aceh, Minggu (16/8/2026) malam.

BANDA ACEH — Fashion Show Kolaborasi yang menjadi bagian dari rangkaian Festival QRIS Pasar Aceh dalam momentum Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 berlangsung meriah di eks lahan Pasar Aceh Shopping Center (PAS), Banda Aceh, Minggu (16/8/2026) malam.

Mengusung tagline “Pasar Aceh: Waktunya Kembali ke Pasar”, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Banda Aceh, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Aceh, serta sejumlah pihak dan sponsor.

Fashion show tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pertunjukan busana, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan produk-produk yang tersedia di Pasar Aceh sekaligus mendorong masyarakat kembali beraktivitas dan berbelanja di kawasan tersebut.

Puluhan busana yang diperagakan para model di atas catwalk merupakan produk yang tersedia dan dapat dibeli masyarakat di Pasar Aceh. 

Konsep ini menjadi salah satu cara kreatif untuk mempromosikan produk para pelaku usaha, khususnya kepada generasi muda.

Suasana semakin semarak ketika sejumlah model cilik penyandang disabilitas dari Sekolah Luar Biasa (SLB) turut tampil di atas panggung. Dengan penuh percaya diri, mereka memperagakan berbagai busana yang tersedia di Pasar Aceh.

Penampilan para model penyandang disabilitas mendapat sambutan hangat dari pengunjung. Keterlibatan mereka menunjukkan bahwa ruang kreatif dan dunia fashion terbuka bagi siapa saja untuk berekspresi, berkarya, dan mengembangkan potensi.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal turut hadir dan memberikan dukungan terhadap keterlibatan penyandang disabilitas dalam kegiatan tersebut.

Menurut Illiza, kegiatan festival tersebut sebenarnya telah digagas sejak tahun sebelumnya. Namun, pada pelaksanaan tahun ini, Pemerintah Kota Banda Aceh ingin memberikan ruang yang lebih besar kepada penyandang disabilitas untuk tampil dan menunjukkan kemampuan mereka.

“Dan tahun ini kita menantang adik-adik penyandang disabilitas untuk dapat berekspresi dan berkarya,” kata Illiza.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan dalam skala yang lebih besar pada masa mendatang. 

Menurutnya, penyandang disabilitas merupakan bagian penting dari masyarakat yang harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkreasi dan berkontribusi di berbagai bidang.

“Mudah-mudahan ke depan bisa kita gelar lebih besar lagi untuk memberi panggung bagi sahabat-sahabat istimewa di Banda Aceh,” ujarnya.

Pesan tentang pentingnya inklusivitas juga disampaikan perwakilan komunitas penyandang disabilitas, Bayu. Ia mengapresiasi perhatian dan komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam memberikan ruang bagi kelompok disabilitas untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan publik.

Menurutnya, keterlibatan penyandang disabilitas dalam Festival QRIS Pasar Aceh bukan hanya memberikan kesempatan untuk tampil, tetapi juga membuka ruang bagi mereka untuk berkontribusi dalam aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Festival tersebut turut menghadirkan aktor Aldi dan Bella, dua dari enam penyandang disabilitas yang menjadi pemeran dalam film “Istimewa”. Film tersebut dijadwalkan tayang serentak di bioskop-bioskop Indonesia pada 17 September 2026.

Kehadiran Aldi dan Bella menambah warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Mereka menjadi contoh bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya, berprestasi, dan tampil di ruang publik.

Selain fashion show, Festival QRIS Pasar Aceh juga dimeriahkan berbagai pertunjukan seni. Pengunjung yang memadati lokasi dapat menikmati hiburan sembari mencicipi beragam kuliner yang dijajakan puluhan tenant.

Antusiasme warga semakin tinggi ketika panitia menggelar penarikan undian berhadiah. Penarikan kupon dilakukan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kota Banda Aceh.

Beragam hadiah menarik disiapkan, mulai dari smartphone, televisi, mesin cuci, kulkas hingga sepeda listrik yang dipersembahkan Bank Indonesia.

Rangkaian kegiatan tersebut membuat kawasan eks Pasar Aceh Shopping Center semakin ramai. Warga tidak hanya datang menyaksikan fashion show, tetapi juga menikmati hiburan, mencicipi kuliner, berbelanja, serta mengikuti berbagai aktivitas yang disiapkan panitia.

Semangat “Waktunya Kembali ke Pasar” dalam festival ini tidak hanya dimaknai sebagai ajakan untuk kembali berbelanja di pasar, tetapi juga sebagai upaya membangun ekosistem perdagangan yang modern, kreatif, digital, dan inklusif.

Festival QRIS Pasar Aceh diharapkan dapat memperkuat kembali daya tarik Pasar Aceh sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat Banda Aceh. 

Di sisi lain, pemanfaatan transaksi digital melalui QRIS diharapkan semakin memudahkan masyarakat dan pelaku usaha melakukan transaksi secara cepat, praktis, dan aman.

Perpaduan fashion, seni, kuliner, transaksi digital, serta keterlibatan penyandang disabilitas menjadikan Festival QRIS Pasar Aceh bukan sekadar kegiatan hiburan. 

Festival ini juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam semangat menghidupkan kembali aktivitas ekonomi Pasar Aceh.

Antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi momentum positif untuk mendorong Pasar Aceh tampil sebagai ruang perdagangan yang tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga mampu memberikan ruang bagi kreativitas dan partisipasi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. (**)

Share:
Komentar

Berita Terkini