Gempa Flores 7,7 Magnitudo Berdampak ke Bima, Tim SAR Brimob Bantu Warga Bersihkan Puing

Editor: Syarkawi author photo

 


Bima – Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan sekitarnya turut dirasakan hingga Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejumlah rumah warga di Dusun Moto, Desa Soro, Kecamatan Lambu, dilaporkan mengalami kerusakan akibat kuatnya guncangan.

Merespons kondisi tersebut, Tim SAR Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda NTB bergerak menuju lokasi untuk membantu warga terdampak. Personel turun langsung membersihkan puing-puing bangunan sekaligus membantu mengamankan barang-barang milik warga yang masih dapat diselamatkan.

Dengan dukungan kemampuan dan peralatan SAR yang dimiliki, personel Brimob membantu warga membersihkan material bangunan yang berserakan. Langkah tersebut sekaligus dilakukan untuk memastikan kondisi lingkungan lebih aman selama proses pemulihan berlangsung.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026), mengatakan kehadiran Tim SAR Brimob merupakan bagian dari tugas kemanusiaan Polri dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Ada beberapa rumah warga di Dusun Soro, Kabupaten Bima, yang mengalami dampak dari gempa di Flores. Sebagai wujud kepedulian, Tim SAR Brimob Polda NTB ikut membantu warga yang terdampak. Personel membantu membersihkan puing-puing akibat gempa,” ujar Kholid.

Selain membersihkan material bangunan, personel juga membantu warga menyelamatkan barang-barang yang masih dapat digunakan. Upaya tersebut dilakukan untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat mendapat apresiasi warga setempat. Dalam situasi sulit akibat bencana, polisi bersama masyarakat bergotong royong menangani dampak kerusakan yang terjadi.

“Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata bahwa peran Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir memberikan bantuan kemanusiaan ketika masyarakat menghadapi bencana,” tegas Kholid.

Polda NTB memastikan akan terus mendorong sinergi antara personel kepolisian dan masyarakat dalam menangani dampak bencana. Semangat gotong royong diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan sehingga warga dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini