SIKKA, NTT — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Adwil) Kemendagri Drs. Safrizal ZA, M.Si., mengapresiasi manajemen Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Maumere yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Apresiasi tersebut disampaikan setelah melihat langsung pengelolaan data dan informasi kebencanaan di Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Maumere. Data yang disajikan dinilai cukup detail dan menggambarkan kondisi terkini di wilayah terdampak.
Data tersebut mencakup sebaran lokasi pengungsian, jumlah pengungsi di setiap titik, kondisi terkini, bantuan yang masuk dan keluar, hingga kebutuhan masyarakat di masing-masing desa dan kecamatan.
Pengelolaan data juga mencakup wilayah kepulauan yang berada dalam administrasi Kabupaten Sikka, termasuk Pulau Palue yang turut terdampak bencana.
Mendagri mengingatkan pemerintah daerah untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi gempa susulan masih dapat terjadi di wilayah Pulau Flores.
Tito juga meminta pemerintah daerah tidak terburu-buru meminta masyarakat yang masih memilih bermalam di luar rumah, tenda, maupun tempat aman untuk kembali ke rumah masing-masing sebelum kondisi benar-benar dinyatakan aman.
Di tengah situasi tersebut, Mendagri menekankan pentingnya pemutakhiran data secara berkelanjutan. Data yang akurat dan terdokumentasi dengan baik akan menjadi dasar penting dalam penanganan bencana, termasuk untuk memasuki tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Saya meminta Pemda untuk terus memperbarui data. Data yang tercatat secara rapi, khususnya kondisi rumah, bangunan, sekolah, tempat ibadah, hingga fasilitas kesehatan, akan sangat membantu persiapan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” ujar Tito.
Menurutnya, kelengkapan data akan memudahkan pemerintah dalam menentukan prioritas penanganan serta memastikan bantuan dan program pemulihan diberikan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
Pemerintah juga memastikan proses penanganan pascabencana akan terus dikawal hingga tuntas. Upaya tersebut mencakup pemulihan kondisi masyarakat serta pembangunan kembali berbagai fasilitas yang mengalami kerusakan akibat gempa.
“Kami akan terus mengawal proses tersebut hingga tuntas agar masyarakat yang terdampak bencana dapat bangkit kembali,” tegasnya.
Mendagri berharap koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh unsur terkait terus diperkuat selama masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan.
Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Maumere menjadi pusat koordinasi penanganan bencana sekaligus penyedia informasi mengenai kondisi masyarakat terdampak di Kabupaten Sikka, NTT.[]
