NAGEKEO – Keterbatasan akses akibat bencana gempa bumi tidak menyurutkan langkah Polri untuk menjangkau masyarakat terdampak. Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., bersama Tim Gabungan Satgas menyalurkan bantuan dari Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., kepada warga Desa Wajomara dan Kampung Natakupe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan di tengah kondisi geografis yang cukup sulit. Sejumlah ruas jalan menuju lokasi terdampak masih dipenuhi material longsor yang terjadi pascagempa. Kondisi medan yang berada di kawasan lembah juga menjadi tantangan bagi tim untuk menjangkau masyarakat.
Perjalanan menuju Kampung Natakupe bahkan harus dilanjutkan dengan menyeberangi sungai karena belum tersedia jembatan penghubung. Personel bersama tim gabungan harus turun langsung ke sungai dan menempuh perjalanan dengan kondisi seadanya demi memastikan bantuan dapat sampai kepada warga.
Meski menghadapi berbagai kendala, Kapolres Nagekeo bersama Tim Gabungan Satgas tetap melanjutkan perjalanan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau tetap mendapatkan bantuan dan merasakan kehadiran Polri di tengah situasi bencana.
Bantuan dari Kapolda NTT kemudian diserahkan secara langsung kepada warga terdampak gempa. Kedatangan rombongan Polri disambut haru dan penuh syukur oleh masyarakat.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolda NTT dan Bapak Kapolres Nagekeo yang sudah datang langsung ke tempat kami. Kami sangat terharu, karena kondisi jalan sulit, tetapi Bapak-bapak Polisi tetap datang untuk melihat dan membantu kami,” ungkap salah seorang warga.
Kapolres Nagekeo mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Polri untuk terus hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Kehadiran personel di lokasi juga tidak hanya bertujuan menyalurkan bantuan, tetapi sekaligus memastikan kondisi masyarakat serta situasi wilayah terdampak dapat dipantau secara langsung.
Bagi masyarakat di wilayah terpencil dan sulit dijangkau, kedatangan personel Polri menjadi dukungan moril sekaligus pengingat bahwa mereka tidak menghadapi bencana seorang diri.
Jalan terjal, longsoran, jarak yang jauh, hingga sungai yang harus diseberangi tidak menjadi penghalang bagi Polri untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Polri menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan harus tetap hadir di tengah kondisi apa pun. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga sekaligus memperkuat semangat masyarakat untuk bangkit dan melewati masa tanggap darurat pascagempa.[]
