Polda NTB Beri Trauma Healing untuk Anak Korban Gempa di Pengungsian Manggarai

Editor: Syarkawi author photo

 


Mataram – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan memberikan dukungan pemulihan psikologis dan trauma healing, khususnya bagi anak-anak di lokasi pengungsian di Kabupaten Manggarai.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Tim Psikologi Biro SDM Polda NTB sebagai bagian dari misi kemanusiaan Polri untuk membantu masyarakat menghadapi dampak pascabencana, tidak hanya dari sisi fisik dan material, tetapi juga kondisi psikologis.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Muhammad Kholid, S.H., S.I.K., M.H., dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026), mengatakan pendampingan psikologis merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.

“Situasi pascabencana tidak hanya menimbulkan kerugian secara fisik dan material, tetapi juga dapat meninggalkan rasa takut, cemas, sedih, kehilangan, maupun pengalaman traumatis, terutama pada anak-anak,” ujar Kholid.

Tim Psikologi Polda NTB telah diberangkatkan menuju lokasi pengungsian di Manggarai, NTT, pada Senin (17/8/2026). Keberangkatan tim dilakukan bersamaan dengan pengiriman delapan truk bantuan kemanusiaan Polda NTB bagi masyarakat terdampak bencana.

Sesampainya di lokasi pengungsian, personel Bagian Psikologi memberikan pendampingan secara humanis melalui berbagai aktivitas yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan anak-anak.

“Suasana dibuat aman, nyaman, dan menyenangkan agar mereka dapat kembali berinteraksi secara positif setelah menghadapi situasi bencana,” ungkap Kholid.

Selain pendampingan psikologis dan trauma healing, personel Polri juga memberikan sarana kontak kepada anak-anak. Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian dan dukungan moril, sekaligus diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan di tengah kondisi pengungsian.

Menurut Kholid, kehadiran Tim Psikologi Polda NTB diharapkan dapat membantu mengurangi rasa takut dan kecemasan yang dialami anak-anak serta secara bertahap membangun kembali rasa aman setelah bencana.

“Polri tidak hanya hadir memberikan bantuan secara fisik, tetapi juga berupaya membantu masyarakat memulihkan kondisi psikologis, membangun kembali rasa aman, dan menumbuhkan harapan setelah bencana,” katanya.

Pendampingan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Polda NTB memastikan masyarakat terdampak, khususnya anak-anak, memperoleh perhatian dan dukungan yang dibutuhkan selama berada di lokasi pengungsian dan menjalani proses pemulihan pascabencana.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap proses pemulihan masyarakat terdampak gempa dapat berjalan secara menyeluruh. Dukungan dari berbagai pihak juga diharapkan terus menguat sehingga para penyintas dapat bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara bertahap,” pungkas Kholid.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini