Setelah 75 Tahun, Won Yohanes Mantapkan Hati Memeluk Islam, Kini Bernama Muhammad Amin

Editor: Syarkawi author photo

 


BANDA ACEH – Hidayah Islam menyentuh hati Won Yohanes, warga yang sebelumnya memeluk agama Buddha. Setelah menjalani perjalanan hidup selama 75 tahun, ia memantapkan hati untuk memeluk Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat di salah satu masjid di Kota Banda Aceh.

Usai resmi menjadi mualaf, Won Yohanes mendapat nama baru Muhammad Amin. Momen tersebut menjadi titik awal perjalanan spiritualnya sebagai seorang muslim sekaligus mendapat perhatian dari Baitul Mal Kota Banda Aceh yang memberikan dukungan melalui penyaluran zakat.

Zakat tersebut diserahkan langsung Ketua Baitul Mal Kota Banda Aceh, Yusuf Al Qardhawy, kepada Muhammad Amin. Bantuan itu merupakan amanah para muzakki atau masyarakat yang menunaikan zakat melalui Baitul Mal untuk disalurkan kepada mustahik, termasuk kelompok mualaf.

Yusuf mengatakan, penyaluran zakat tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab Baitul Mal dalam memastikan dana zakat yang dihimpun dari masyarakat memberikan manfaat kepada mereka yang berhak menerimanya.

“Kita menyerahkan zakat ini dari orang-orang kaya atau muzakki yang menyerahkan amanah kepada kami, Baitul Mal Kota Banda Aceh, untuk kami sampaikan kepada salah satu mustahik, yaitu mualaf,” kata Yusuf.

Menurut Yusuf, keputusan Muhammad Amin memeluk Islam merupakan hasil dari perjalanan hidup yang panjang. Setelah menjalani kehidupan selama 75 tahun, ia akhirnya memilih Islam sebagai keyakinan yang diyakininya sebagai jalan yang benar.

Yusuf menuturkan, dirinya sempat berbincang langsung dengan Muhammad Amin sebelum bantuan zakat diserahkan. Dalam percakapan tersebut, Muhammad Amin menceritakan perjalanan hingga akhirnya memutuskan untuk memeluk Islam.

“Alhamdulillah, baru saja seorang warga beragama Buddha masuk Islam di masjid ini. Tadi, saat saya berbicara dengan dia, dia masuk Islam setelah 75 tahun melanglang buana dan akhirnya memutuskan masuk agama Islam karena menurutnya agama Islamlah yang paling benar,” ujar Yusuf.

Kisah Muhammad Amin menjadi gambaran bahwa perjalanan seseorang dalam menemukan keyakinan dapat berlangsung panjang. Keputusan memeluk Islam di usia senja menjadi momentum penting yang membuka babak baru dalam kehidupannya.

Bagi Baitul Mal Kota Banda Aceh, penyaluran zakat kepada mualaf tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga menjadi bentuk dukungan sosial agar mereka dapat menjalani kehidupan baru sebagai seorang muslim.

Dukungan dari keluarga, lingkungan, lembaga keagamaan, dan masyarakat dinilai penting bagi para mualaf untuk menjalani proses belajar, beradaptasi, serta memperkuat keyakinan dalam kehidupan sehari-hari.

Penyaluran zakat tersebut sekaligus menunjukkan bahwa zakat memiliki dimensi sosial yang luas. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan secara ekonomi, zakat juga dapat diberikan kepada kelompok mustahik yang membutuhkan perhatian dan pendampingan, termasuk mualaf.

Baitul Mal Kota Banda Aceh berharap amanah zakat yang dititipkan para muzakki dapat terus disalurkan secara tepat sasaran sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sementara bagi Muhammad Amin, keputusan memeluk Islam dan nama barunya menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup setelah melewati usia 75 tahun. Ia kini memulai babak kehidupan baru dengan keyakinan sebagai seorang muslim.

Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa hidayah dapat hadir kapan saja. Perjalanan Muhammad Amin menemukan keyakinan hingga akhirnya memeluk Islam di usia lanjut menjadi momentum yang sarat makna dan menunjukkan bahwa pencarian spiritual setiap manusia memiliki perjalanan yang berbeda.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini