TNI dan Masyarakat Perkuat Konstruksi Jembatan Gantung Perintis di Lawe Pinis

Editor: Syarkawi author photo

 


KUTACANE – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, terus menunjukkan perkembangan. Personel TNI bersama masyarakat setempat kembali bergotong royong memperkuat konstruksi jembatan tersebut, Kamis (20/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa jajaran Kodim 0108/Agara bersama anggota Yon TP 855/RD dan warga melaksanakan pemasangan serta pengencangan tali sling yang menjadi salah satu komponen penting dalam konstruksi jembatan gantung.

Pekerjaan dilakukan secara bertahap dan penuh ketelitian untuk memastikan struktur utama jembatan memiliki kekuatan serta kestabilan yang memadai sebelum nantinya digunakan masyarakat.

Tali sling baja terlebih dahulu ditarik dan dibentangkan dari satu sisi jembatan ke sisi lainnya. Proses penarikan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan posisi dan jalur sling agar sesuai dengan titik yang telah ditentukan.

Setelah berada pada posisi yang tepat, sling kemudian dikencangkan atau dilakukan tensioning. Tahapan ini bertujuan memperoleh tingkat ketegangan yang sesuai, sehingga sling tidak terlalu kendur maupun terlalu tegang.

Peltu Jumadin Selian, Danposramil Ketambe selaku yang tertua dalam kegiatan tersebut, mengatakan pemasangan dan pengencangan tali sling membutuhkan ketelitian, kekompakan, serta koordinasi yang baik dari seluruh personel.

“Pemasangan tali sling merupakan bagian penting dalam pembangunan jembatan gantung. Karena itu, setiap tahapan harus dilakukan dengan teliti dan bersama-sama agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan konstruksi serta dapat mendukung keamanan jembatan,” ujar Peltu Jumadin.

Menurutnya, keberhasilan pekerjaan tidak hanya ditentukan oleh tenaga yang dikerahkan, tetapi juga pembagian tugas dan koordinasi setiap personel. Posisi sling, tingkat ketegangan, hingga sistem penguncian harus diperhatikan agar mampu mendukung kekuatan dan kestabilan jembatan.

Dalam proses pengerjaan, personel di kedua sisi jembatan saling berkoordinasi melalui aba-aba untuk memastikan penarikan sling berlangsung dengan baik. Babinsa, anggota Yon TP 855/RD dan masyarakat bekerja sesuai tugas masing-masing sehingga pekerjaan dapat berjalan terarah dan aman.

Setelah tingkat ketegangan dinilai sesuai, dilakukan penguncian tali sling menggunakan klem khusus yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan istilah “kuku macan”. Penguncian tersebut bertujuan mempertahankan posisi sling agar tidak mudah bergeser ketika konstruksi menerima beban.

Semangat gotong royong tampak sepanjang kegiatan. Personel TNI dan masyarakat saling membantu dalam menyelesaikan pekerjaan, sekaligus memperlihatkan kuatnya kebersamaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.

Bagi masyarakat Desa Lawe Pinis, pembangunan jembatan tersebut memiliki arti penting karena diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk menuju permukiman, lahan pertanian, fasilitas pendidikan, pelayanan masyarakat, maupun lokasi lainnya.

Keberadaan jembatan juga diharapkan mampu membuka akses yang lebih baik sehingga mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Keterlibatan TNI dalam pembangunan tersebut tidak hanya memberikan dukungan tenaga, tetapi juga mendorong masyarakat untuk berpartisipasi secara langsung. 

Keterlibatan warga di setiap tahapan pekerjaan diharapkan menumbuhkan rasa memiliki sehingga jembatan dapat dijaga dan dirawat bersama setelah selesai dibangun.

Selain mendukung pembangunan infrastruktur, kegiatan gotong royong tersebut turut mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Interaksi langsung di lapangan membuat komunikasi semakin erat serta memperkuat kedekatan Babinsa dengan warga binaannya.

Melalui kerja sama Babinsa jajaran Kodim 0108/Agara, anggota Yon TP 855/RD dan masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Pinis diharapkan dapat terus berjalan sesuai tahapan hingga selesai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen TNI untuk hadir di tengah masyarakat, membantu mengatasi kesulitan warga serta mendukung pembangunan wilayah, khususnya di daerah pedesaan.

Semangat kebersamaan dan gotong royong yang terbangun diharapkan terus dipertahankan sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat Aceh Tenggara.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini