BNNP Jambi dan Pemkot Perkuat P4GN, Soroti Modus Narkotika Sintetis Lewat Vape

Editor: Syarkawi author photo

 


JAMBI — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi bersama Pemerintah Kota Jambi memperkuat kolaborasi dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Perkembangan narkotika sintetis dengan modus penyamaran melalui vape menjadi salah satu perhatian utama.

Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan BNNP Jambi dengan Pemerintah Kota Jambi di ruang kerja Kepala BNNP Jambi, Jumat (11/9/2026).

Pertemuan dipimpin Kepala BNNP Jambi Brigjen Pol. Asep Saepudin, S.I.K., dan dihadiri jajaran BNNP Jambi serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Jambi.

Dari BNNP Jambi hadir Kabid Berantas dan Intelijen KBP Rachmad Rasnova, S.T., Penyidik Madya KBP Suparman, S.S., M.H., Penyidik Madya KBP Robin Apolonius Salem, S.S., S.H., M.H., Kepala BNNK Jambi KBP Marinus Marantika Sitepu, S.Sos., M.Si., Katim Dayamas Murniati, S.H., M.H., serta Katim Rehabilitasi Sherly Meidya Ova, M.Psi., Psikolog.

Sementara dari Pemerintah Kota Jambi hadir Asisten I Setda Kota Jambi Fahmi, S.P., Kepala BKPSDM Kota Jambi Rizalul Fikri, S.E., M.AP., Kasatpol PP Kota Jambi Iper Riyansuni, Plt. Kadisdik Kota Jambi Mardiansyah, dan Kabag Kesra Setda Kota Jambi Kamal Firdaus.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BNNP Jambi mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Jambi terhadap upaya P4GN. Ia juga memaparkan perkembangan permasalahan narkotika di Jambi, mulai dari masyarakat yang terpapar, data tersangka dan tahanan, hasil Tim Asesmen Terpadu (TAT), hingga pemetaan kawasan yang dinilai rawan.

Khusus di Kota Jambi, kawasan Legok menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian. BNNP Jambi juga menyoroti perkembangan narkotika sintetis serta modus baru menggunakan perangkat vape sebagai sarana penyamaran atau penggunaan narkotika.

Menurut BNNP Jambi, perkembangan tersebut perlu diantisipasi karena jaringan peredaran narkotika semakin kompleks, dengan jalur masuk melalui darat maupun laut. Selain itu, muncul berbagai jenis narkotika sintetis dalam bentuk cair, di antaranya ganja cair, ketamin cair, dan etomidate.

BNNP Jambi berencana meningkatkan edukasi dan sosialisasi di sejumlah lingkungan, seperti tempat hiburan, sekolah, desa dan kelurahan, serta komunitas. Penguatan layanan rehabilitasi dan pendampingan berkelanjutan setelah rehabilitasi juga menjadi bagian dari upaya penanganan.

BNNP Jambi turut mengajak Pemerintah Kota Jambi memperkuat pemantauan kawasan rawan serta meningkatkan kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika.

Sementara itu, Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan BNN dalam penanganan persoalan narkotika.

Untuk kawasan Legok, Pemkot Jambi menyebut penanganan telah dilakukan bersama BNNK Jambi dengan pendekatan yang tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga pemberdayaan dan modifikasi sosial. Upaya tersebut antara lain melalui pembangunan tempat ibadah, arena bermain anak, pengembangan UMKM, serta kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.

Pemerintah Kota Jambi juga mendorong pemberdayaan masyarakat di kawasan rawan, termasuk melalui dukungan terhadap pendidikan anak dan pengembangan berbagai kegiatan keterampilan.

Selain itu, peran masyarakat dan pengawasan lingkungan dinilai penting untuk mencegah peredaran narkotika. Pemanfaatan kamera pengawas atau CCTV hingga tingkat rukun tetangga (RT) turut didorong untuk membantu memantau potensi transaksi narkotika.

Sejumlah wilayah lain, seperti Pulau Pandan, Pucuk, Danau Teluk, dan Danau Kedap, juga masih menjadi perhatian karena ditemukan persoalan penyalahgunaan narkotika.

Pemkot Jambi mengusulkan agar BNNP Jambi melakukan pemetaan lebih detail terhadap titik-titik rawan narkotika di wilayah Kota Jambi. Pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Sebagai tindak lanjut, Satpol PP Kota Jambi akan mengintegrasikan edukasi tentang bahaya narkotika dalam kegiatan razia. Selain itu, program Satpol PP Goes to School akan dikembangkan bersama BNN.

BNNP Jambi juga akan menyiapkan video edukasi mengenai bahaya narkotika untuk ditayangkan di tempat hiburan serta videotron milik Pemerintah Kota Jambi.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan sejak dini sekaligus mempersempit ruang peredaran narkotika di wilayah Kota Jambi.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini