ACEH BESAR — Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris melakukan pembenahan manajemen Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mountala setelah dilakukan evaluasi kinerja perusahaan selama satu tahun oleh Dewan Pengawas.
Hasil evaluasi tersebut menjadi salah satu dasar penataan organisasi, termasuk pelaksanaan uji kompetensi (ujikom) bagi pegawai Perumdam Tirta Mountala.
Uji kompetensi yang berlangsung hampir dua pekan itu turut menjadi pertimbangan dalam penyegaran struktur manajemen perusahaan.
Dewan Pengawas Perumdam Tirta Mountala terdiri atas Ketua Dewan Pengawas Bahrul Jamil, S.Sos., M.Si., serta anggota Arziqi Malil dan T. Abulis Samarkhan, S.T.
Hasil evaluasi dan ujikom tersebut berdampak pada perubahan sejumlah posisi pimpinan cabang, kepala bagian, hingga kepala subbagian di lingkungan Perumdam Tirta Mountala.
Pada tingkat kepala cabang, Cabang Siron yang sebelumnya dipimpin Abdul Hanan, S.E., kini dipercayakan kepada M. Taufiq, S.A.P. Sementara M. Taufiq yang sebelumnya menjabat Kepala Cabang Darul Imarah digantikan oleh Marthunis, M.S.M.
Adapun Kepala Cabang Jantho tetap dijabat Yusran, sedangkan Cabang Indrapuri tetap dipimpin Irawan, S.E.
Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris berharap penyegaran struktur manajemen tersebut mampu meningkatkan kinerja internal Perumdam Tirta Mountala sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan air bersih bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
Muharram juga meminta jajaran manajemen terus meningkatkan kapasitas dan memperluas cakupan pelayanan. Saat ini, cakupan pelayanan Perumdam Tirta Mountala disebut baru mencapai sekitar 40 persen.
Menurutnya, perluasan pelayanan harus dilakukan secara bertahap ke berbagai wilayah Aceh Besar, antara lain Seulimeum, Kuta Cot Glie, Simpang Tiga, Suka Makmur, Blang Bintang, Lhoknga, Lhoong, hingga Masjid Raya.
Selain ekspansi pelayanan, Muharram menekankan pentingnya pembenahan tata kelola perusahaan. Ia meminta tidak ada lagi praktik ilegal yang dilakukan oleh oknum yang berkaitan dengan Perumdam Tirta Mountala, termasuk sambungan ilegal, jaringan ilegal, maupun bentuk pelanggaran lainnya.
"Kita berharap ke depan Perumdam Tirta Mountala menjadi perusahaan yang semakin profesional dan mandiri dalam mengelola perusahaan daerah, sekaligus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Aceh Besar," ujarnya.
Ketua Dewan Pengawas Perumdam Tirta Mountala, Bahrul Jamil, mengatakan selama proses pengawasan telah terjadi sejumlah perubahan dan peningkatan dalam kinerja perusahaan.
Menurut Bahrul, berbagai saran, masukan, serta fungsi pengawasan yang dilakukan Dewan Pengawas telah diterapkan dalam perjalanan manajemen Perumdam Tirta Mountala.
Pembenahan dilakukan agar pelayanan publik dan prinsip bisnis sebagai perusahaan daerah dapat berjalan seimbang serta sesuai ketentuan.
"Kita berharap Perumdam Tirta Mountala ini menjadi semakin maju dan berkembang. Kita memiliki potensi yang sangat besar di Aceh Besar, baik dari sumber air yang melimpah, wilayah yang luas, maupun jumlah masyarakat yang besar," kata Bahrul.
Ia menambahkan, potensi tersebut semakin besar seiring pertumbuhan kawasan permukiman dan perpindahan masyarakat urban ke Aceh Besar. Kondisi itu turut mendorong perkembangan sektor properti dan pembangunan hunian.
Sementara itu, Plt. Direktur Utama Perumdam Tirta Mountala, Ir. Yusmadi, M.M., menyampaikan bahwa peran aktif Dewan Pengawas dan Kuasa Pemilik Modal (KPM) dalam melakukan evaluasi serta memberikan arahan sangat membantu proses pembenahan perusahaan.
Yusmadi berharap Perumdam Tirta Mountala dapat kembali mencapai masa kejayaannya dan memanfaatkan momentum pesatnya pembangunan di Aceh Besar untuk memperluas serta meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
"Perubahan struktur manajemen ini merupakan bagian dari evaluasi kinerja karyawan dan hasil uji kompetensi yang telah dilaksanakan hampir dua minggu. Insyaallah, dengan perubahan ini kita dapat menyongsong masa depan Perumdam Tirta Mountala yang lebih baik dan lebih cerah," ujarnya.
Dengan evaluasi, uji kompetensi, dan penataan struktur manajemen tersebut, Perumdam Tirta Mountala diharapkan semakin profesional, mampu memperluas cakupan pelayanan, serta mengoptimalkan potensi sumber daya air di Aceh Besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.[]
