Langsa – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, H. Ilham Pangestu, menegaskan bahwa Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Hal tersebut disampaikan Ilham Pangestu dalam kegiatan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan yang digelar pada 20 Juni 2026 di Desa Alue Dua Bakaran Batee, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat.
Menurut Ilham, kedudukan Pancasila sebagai dasar negara membawa konsekuensi bahwa seluruh penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan nasional harus berlandaskan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
“Dalam paradigma pembangunan di Indonesia, hakikat kedudukan Pancasila mengandung konsekuensi bahwa seluruh aspek pembangunan nasional harus berdasarkan nilai-nilai Pancasila, baik pembangunan politik, ekonomi maupun sosial,” ujar Ilham.
Ia menjelaskan, pembangunan politik yang berlandaskan Pancasila menempatkan rakyat pada posisi penting dalam sistem demokrasi. Kedaulatan berada di tangan rakyat, bukan pada segelintir elite.
Menurutnya, prinsip tersebut berbeda dengan sistem pemerintahan diktator, otoriter, atau totaliter yang menempatkan kekuasaan pada kelompok atau elite tertentu.
Di bidang ekonomi, lanjut Ilham, Indonesia menganut sistem ekonomi Pancasila yang mengedepankan demokrasi ekonomi. Kegiatan ekonomi pada prinsipnya dilakukan dari, oleh, dan untuk rakyat dengan pengawasan pemerintah.
Ilham juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama. Keberagaman tersebut menjadi kekuatan bangsa apabila dijaga dalam bingkai persatuan.
“Indonesia hidup dalam berbagai keberagaman, baik suku, bangsa, budaya maupun agama. Namun, dari keberagaman tersebut Indonesia tetap berdiri sebagai satu kesatuan dalam persatuan yang kokoh di bawah naungan Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.
Ia menilai Pancasila memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman budaya yang ada. Nilai-nilai Pancasila juga dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan dan menjaga kebudayaan nasional tanpa menghilangkan identitas masing-masing daerah.
Pada kesempatan tersebut, Ilham juga mengajak masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dengan menaati aturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Ia menekankan bahwa cita-cita bangsa Indonesia, antara lain mewujudkan perdamaian abadi dan keadilan sosial, membutuhkan kehidupan bernegara yang berlandaskan hukum serta menjunjung tinggi kepentingan masyarakat.
“Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan aturan-aturan yang kemudian diatur dalam pasal-pasal. Karena itu, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kita semestinya menaati aturan yang telah diundangkan,” ujarnya.
Ilham menambahkan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan salah satu pilar penting yang harus dijaga dan dipertahankan. Keutuhan NKRI, menurutnya, merupakan hasil perjuangan panjang para pahlawan yang mengorbankan jiwa dan raga demi mempertahankan bangsa.
“NKRI adalah prinsip pokok, hukum, dan harga mati. NKRI hanya dapat dipertahankan apabila pemerintahan berjalan secara adil, tegas, dan berwibawa,” tegasnya.
Ia menilai pemerintahan yang adil, tegas, dan berwibawa menjadi salah satu kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan dan konflik yang muncul di tengah masyarakat.
Selain Pancasila dan NKRI, Ilham juga mengingatkan pentingnya Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa Indonesia.
Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk membangun persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.[]
