ACEH TAMIANG — Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran Rp48,47 miliar untuk mempercepat rehabilitasi 4.173 hektare lahan sawah yang rusak akibat banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang.
Dari total lahan terdampak tersebut, anggaran sebesar Rp28,22 miliar telah terserap untuk pekerjaan rehabilitasi yang sedang berjalan. Sementara rehabilitasi terhadap 1.500 hektare lainnya masih dalam tahap persiapan pelaksanaan.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Aceh Tamiang, Irwan Hadi, SP, mengatakan program rehabilitasi bersumber dari APBN 2026 dan dilaksanakan secara bertahap untuk mempercepat pemulihan fungsi lahan pertanian.
“Rehabilitasi ini bersumber dari APBN 2026. Pengerjaannya dibagi dalam dua tahap untuk mempercepat pemulihan fungsi lahan pertanian,” ujar Irwan Hadi kepada awak media, Rabu (9/9/2026).
Ia menjelaskan, dari 4.173 hektare lahan yang mengalami kerusakan, sebanyak 1.961 hektare masuk kategori rusak ringan. Lahan tersebut mendapat alokasi anggaran Rp18,62 miliar dengan progres rehabilitasi mencapai sekitar 90 persen.
Sementara itu, 2.212 hektare lainnya masuk kategori rusak sedang. Dari jumlah tersebut, rehabilitasi terhadap 712 hektare telah selesai dengan anggaran sekitar Rp9,6 miliar.
Adapun 1.500 hektare sisanya masih dalam tahap penyusunan Daftar Rencana Pelaksanaan (DRT) oleh Universitas Samudra (Unsam). Untuk pekerjaan tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran Rp20,25 miliar.
Dengan demikian, total anggaran yang telah terserap untuk pekerjaan yang berjalan mencapai Rp28,22 miliar. Sedangkan anggaran Rp20,25 miliar untuk rehabilitasi 1.500 hektare masih menunggu tahapan persiapan dan pelaksanaan.
Program rehabilitasi sawah tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Karang Baru, Manyak Payed, Rantau, Seruway, Bendahara, Sekerak, Tamiang Hulu, Bandar Pusaka, dan Tenggulun.
Pemerintah berharap pemulihan lahan dan infrastruktur pertanian tersebut dapat segera mengembalikan produktivitas sawah masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan di Aceh Tamiang.
Datok Penghulu Kampung Paya Metah, Kecamatan Karang Baru, Sugianto, mengapresiasi langkah pemerintah dalam memperbaiki lahan sawah masyarakat yang terdampak banjir.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan gerak cepat pemerintah melalui Dinas Pertanian dalam memperbaiki lahan sawah warga yang rusak akibat banjir. Dengan perbaikan ini, petani dapat kembali menggarap lahan dan memulihkan sumber penghidupan mereka,” kata Sugianto, Kamis (9/9/2026).
Ia menambahkan, khusus di Kampung Paya Metah, sekitar 15 hektare sawah telah selesai direhabilitasi dan kini kembali dimanfaatkan masyarakat untuk bercocok tanam.
Pemulihan lahan sawah tersebut menjadi bagian penting dari upaya menghidupkan kembali aktivitas pertanian masyarakat Aceh Tamiang pascabanjir serta menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah.[]
