Percepat Akses Warga, TNI Kebas Pembangunan Jembatan Lawe Ger-Ger–Lawe Pinis

Editor: Syarkawi author photo

 

KUTACANE – Satuan Tugas (Satgas) Jembatan Gantung Kodim 0108/Aceh Tenggara terus mempercepat pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang menghubungkan Desa Lawe Ger-Ger dengan Desa Lawe Pinis, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.

Hingga Rabu (9/9/2026), pengerjaan jembatan telah memasuki tahap persiapan pemasangan rangka lantai.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI melalui pembinaan teritorial untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya dalam menyediakan akses transportasi yang lebih mudah dan memadai.

Keberadaan jembatan nantinya diharapkan dapat memperpendek akses antara kedua desa serta mendukung mobilitas warga, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga akses terhadap pelayanan kesehatan dan sosial.

Di lokasi pembangunan, personel Satgas bersama Babinsa dan masyarakat terlihat bahu-membahu menyelesaikan berbagai tahapan pekerjaan. Gotong royong tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam mempercepat pembangunan jembatan.

Babinsa setempat, Peltu Jumadin Selian, mengatakan kehadiran aparat kewilayahan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sebagai aparat kewilayahan, Babinsa memiliki tanggung jawab untuk selalu hadir di tengah masyarakat serta membantu mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi warga. Pembangunan jembatan ini merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian TNI dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya.

Menurutnya, sebelum jembatan dibangun, masyarakat harus menempuh jalur pegunungan yang lebih jauh untuk menuju desa tetangga. Kondisi tersebut membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar serta berdampak terhadap kelancaran aktivitas warga.

“Jembatan ini merupakan akses yang sangat dibutuhkan masyarakat. Selama ini warga harus memutar melalui jalur pegunungan untuk menuju desa sebelah. Dengan adanya jembatan ini nantinya, masyarakat akan lebih mudah membawa hasil pertanian, anak-anak lebih cepat menuju sekolah, dan akses menuju fasilitas pelayanan kesehatan juga menjadi lebih lancar,” jelasnya.

Peltu Jumadin menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan tidak hanya bertujuan mempercepat pekerjaan fisik, tetapi juga memperkuat kebersamaan antara TNI dan rakyat.

“Budaya gotong royong merupakan warisan yang harus terus kita jaga dan lestarikan. Dengan keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pembangunan, akan tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab bersama untuk menjaga serta merawat jembatan ini setelah selesai dibangun,” tambahnya.

Jembatan Gantung Perintis tersebut diharapkan menjadi akses penting yang menghubungkan Desa Lawe Ger-Ger dan Desa Lawe Pinis. Selain memperlancar mobilitas, jembatan ini diharapkan dapat mendukung distribusi hasil pertanian dan meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan serta pelayanan kesehatan.

Semangat gotong royong antara Satgas Jembatan Gantung Kodim 0108/Aceh Tenggara, Babinsa, dan masyarakat menunjukkan bahwa pembangunan yang dilakukan secara bersama-sama dapat memberikan manfaat langsung bagi warga.

Salah seorang warga, Zainal (42), mengapresiasi pembangunan jembatan tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada TNI yang telah terlibat bersama masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah bekerja bersama masyarakat membangun jembatan ini. Selama ini kami harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk menuju desa sebelah. Dengan adanya jembatan ini nantinya, perjalanan akan menjadi lebih cepat, hasil kebun lebih mudah dibawa, dan anak-anak juga lebih mudah pergi ke sekolah. Kami berharap pembangunan jembatan ini segera selesai dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Lawe Ger-Ger–Lawe Pinis diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi sekaligus mendukung peningkatan aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini