KUTACANE – Prajurit Kodam Iskandar Muda (IM) bersama masyarakat memperkuat dan mengencangkan tali sling pada pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang menghubungkan Desa Lawe Ger Ger dan Desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan Babinsa yang tergabung dalam Satgas Jembatan Kodim 0108/Agara, personel Yon TP 855/RD, serta masyarakat dari kedua desa.
Penguatan tali sling menjadi salah satu tahapan penting dalam pembangunan jembatan gantung. Komponen tersebut berfungsi menopang sekaligus menjaga kestabilan struktur jembatan sehingga pemasangannya harus dilakukan secara tepat dan kuat.
Dalam pengerjaan tersebut, prajurit TNI bersama warga mempersiapkan material dan peralatan, menarik serta mengencangkan tali sling hingga memastikan pemasangannya berada pada titik yang telah ditentukan.
Semangat gotong royong terlihat sepanjang proses pengerjaan. Warga dari kedua desa turut berpartisipasi aktif membantu personel TNI sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan fasilitas umum yang nantinya digunakan bersama.
Peltu Jumadin Selian mengatakan, pengencangan tali sling merupakan bagian penting untuk memperkuat struktur jembatan sekaligus mendukung aspek keamanan dan kenyamanan masyarakat saat jembatan nantinya mulai digunakan.
“Kami selalu siap membantu dan hadir di tengah masyarakat. Pembangunan jembatan ini merupakan kepentingan bersama karena nantinya menjadi jalur penghubung yang sangat dibutuhkan warga. Karena itu, kami bersama masyarakat terus bergotong royong agar setiap tahapan pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ujar Jumadin.
Menurutnya, keberadaan Jembatan Gantung Perintis tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat Desa Lawe Ger Ger dan Desa Lawe Pinis. Jembatan itu diharapkan dapat memperlancar akses antarwilayah sekaligus memudahkan mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selain mempermudah akses, jembatan tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap kegiatan ekonomi, pendidikan, pertanian, serta berbagai aktivitas sosial masyarakat.
Warga menyambut positif pembangunan jembatan tersebut. Mereka berharap fasilitas itu dapat mengatasi keterbatasan akses yang selama ini menjadi salah satu kendala mobilitas antara kedua wilayah.
Dengan jembatan yang kuat dan aman, masyarakat nantinya dapat melakukan perjalanan dengan lebih mudah, cepat dan efisien.
Keterlibatan Babinsa, personel Yon TP 855/RD dan masyarakat juga menjadi wujud semangat gotong royong serta kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran prajurit tidak hanya diwujudkan melalui bantuan dalam pekerjaan fisik, tetapi juga dengan membangun kebersamaan dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah binaan.
Satgas Jembatan Kodim 0108/Agara akan terus mendukung proses pembangunan sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Dengan sinergi TNI dan masyarakat, pengerjaan jembatan diharapkan dapat berjalan lancar hingga selesai dan segera dimanfaatkan warga.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen prajurit untuk terus hadir membantu masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi warga di wilayah pedalaman Aceh Tenggara.[]
