Babinsa Koramil 12/Sakti, Kodim 0102/Pidie Pantau Harga Gabah Kering Pascapanen di Desa Tangkueng

Editor: Syarkawi author photo

 


PIDIE – Dalam rangka mendukung kesejahteraan petani serta mengetahui perkembangan harga hasil pertanian di wilayah binaan, Babinsa Koramil 12/Sakti, Kodim 0102/Pidie, Serka M. Muslim, melaksanakan pemantauan harga gabah kering pascapanen musim rendengan dengan menyambangi pengepul gabah secara langsung di tempat usahanya yang berada di Desa Tangkueng, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, pada Rabu (14/10/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi perekonomian masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian. 

Melalui pemantauan secara langsung, Babinsa berupaya memperoleh informasi terkini mengenai harga gabah kering yang berlaku di tingkat pengepul, sehingga dapat mengetahui perkembangan nilai jual hasil panen petani di wilayah Kecamatan Sakti.

Dalam kegiatan tersebut, Serka M. Muslim mendatangi pengepul gabah untuk berkomunikasi dan menggali informasi terkait harga pembelian gabah kering dari petani setelah panen musim rendengan. 

Pemantauan ini penting dilakukan guna mengetahui kondisi pasar hasil pertanian sekaligus memahami situasi yang dihadapi petani dalam menentukan waktu penjualan gabah hasil panen mereka.

Berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan, harga gabah kering di wilayah tersebut berkisar antara Rp7.500 hingga Rp8.000 per kilogram. 

Harga tersebut menjadi salah satu informasi penting bagi petani dalam mempertimbangkan keputusan untuk menjual hasil panen atau menyimpannya terlebih dahulu sebagai persediaan.

Perbedaan waktu penjualan hasil panen dapat menjadi pertimbangan tersendiri bagi petani. Sebagian petani memilih menyimpan gabah di tempat penyimpanan, baik di rumah maupun di lumbung, dengan harapan dapat menjualnya ketika harga dinilai lebih menguntungkan. 

Namun, sebagian petani lainnya memilih menjual gabah segera setelah panen untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan membiayai berbagai keperluan sehari-hari.

Keputusan petani untuk menyimpan atau menjual gabah pada dasarnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kebutuhan ekonomi keluarga, ketersediaan fasilitas penyimpanan, kondisi hasil panen, serta perkembangan harga di pasaran. 

Oleh karena itu, informasi mengenai harga gabah yang berlaku di tingkat pengepul menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi petani dalam mengelola hasil panen secara bijaksana.

Melalui kegiatan pemantauan ini, Serka M. Muslim menunjukkan kepedulian terhadap perkembangan sektor pertanian di wilayah binaannya. 

Pertanian merupakan salah satu sektor penting yang berperan dalam menopang perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang sebagian besar aktivitas ekonominya berkaitan dengan pengolahan lahan dan hasil panen.

Selain menjadi sumber penghasilan bagi keluarga petani, sektor pertanian juga memiliki peran strategis dalam mendukung ketersediaan pangan bagi masyarakat. 

Oleh sebab itu, perkembangan harga gabah dan kondisi penjualan hasil panen perlu mendapat perhatian agar petani dapat memperoleh informasi yang memadai dalam menentukan langkah ekonomi setelah masa panen.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan pemantauan harga gabah juga merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pembinaan teritorial yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. 

Dengan turun ke lapangan, Babinsa dapat mengetahui perkembangan kondisi sosial dan ekonomi warga, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi petani dalam memasarkan hasil pertaniannya.

Informasi yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat menjadi bahan pemantauan bagi satuan kewilayahan dalam memahami situasi perekonomian masyarakat di wilayah binaan. 

Komunikasi langsung dengan pengepul juga menjadi sarana untuk membangun hubungan yang baik dengan para pelaku usaha pertanian serta memperoleh gambaran mengenai perkembangan harga gabah di tingkat lokal.

Koramil 12/Sakti, Kodim 0102/Pidie, melalui peran aktif Babinsa di wilayah binaan, terus berupaya menjalin komunikasi dan memantau perkembangan kehidupan masyarakat, termasuk pada sektor pertanian. 

Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat yang menjadi bagian penting dari pembinaan teritorial TNI AD.

Pemantauan harga gabah secara langsung diharapkan dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi pasar setelah musim panen. 

Dengan mengetahui kisaran harga yang berlaku, petani diharapkan dapat mempertimbangkan waktu penjualan hasil panen sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing, dengan tetap memperhatikan kualitas gabah serta kemampuan penyimpanan yang dimiliki.

Di sisi lain, komunikasi yang terjalin antara Babinsa dan para pelaku usaha pertanian juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam mengikuti perkembangan sektor pertanian di wilayah Kecamatan Sakti. 

Hubungan yang baik antara aparat kewilayahan, petani, dan pengepul merupakan salah satu unsur pendukung dalam menciptakan lingkungan usaha pertanian yang kondusif.

Melalui kegiatan ini, Babinsa Koramil 12/Sakti menegaskan pentingnya pemantauan kondisi ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, khususnya yang berkaitan dengan hasil pertanian. 

Informasi yang diperoleh di lapangan diharapkan dapat menjadi gambaran mengenai situasi yang dihadapi petani setelah panen, sekaligus mendukung perhatian terhadap keberlangsungan sektor pertanian di Kabupaten Pidie.

Dengan adanya pemantauan harga gabah kering pascapanen di Desa Tangkueng, diharapkan perkembangan harga hasil pertanian di wilayah Kecamatan Sakti dapat terus diketahui secara berkala. 

Upaya tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian aparat kewilayahan dalam mengikuti dinamika perekonomian masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di wilayah Kabupaten Pidie.

Demikian kegiatan pemantauan harga gabah kering pascapanen yang dilaksanakan oleh Babinsa Koramil 12/Sakti, Kodim 0102/Pidie, Serka M. Muslim, di tempat usaha pengepul gabah di Desa Tangkueng, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, pada Rabu (14/10/2026).

Berdasarkan hasil pengecekan, harga gabah kering berkisar antara Rp7.500 hingga Rp8.000 per kilogram. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap perkembangan sektor pertanian dan kondisi perekonomian masyarakat di wilayah binaan.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini