Lapas Amuntai Kembangkan Budidaya Maggot, Bekali Warga Binaan Keterampilan Usaha

Editor: Syarkawi author photo

 


AMUNTAI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Amuntai terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui budidaya maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF). 

Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga mengoptimalkan pengelolaan sampah organik agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Dalam pelaksanaannya, Warga Binaan dilibatkan secara langsung dalam setiap tahapan budidaya, mulai dari pengelolaan media, pemberian pakan berupa bahan organik yang sesuai, hingga pemantauan pertumbuhan larva. 

Melalui kegiatan ini, mereka memperoleh pengalaman praktis yang dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha secara mandiri setelah kembali ke masyarakat.

Budidaya maggot memiliki beragam manfaat, antara lain membantu mengurangi sampah organik serta menghasilkan larva berprotein tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Lapas Amuntai dalam mengembangkan sektor pertanian dan perikanan yang saling mendukung melalui program Sarana Asimilasi dan Edukasi.

Kepala Lapas Amuntai, Gusti Iskandarsyah, mengatakan bahwa pengembangan budidaya maggot tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan limbah organik, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran keterampilan produktif bagi Warga Binaan.

“Kami ingin memberikan pembinaan yang produktif dan bermanfaat bagi Warga Binaan. Mereka belajar bagaimana mengelola bahan organik menjadi sesuatu yang bernilai guna. Harapannya, keterampilan ini dapat dikembangkan menjadi peluang usaha dan menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya, Senin (12/10/2026).

Gusti menambahkan, program pembinaan kemandirian perlu terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan inovatif dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan potensi yang tersedia, pihaknya berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif sekaligus menanamkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Dengan memanfaatkan potensi yang tersedia, kami berupaya membangun lingkungan pembinaan yang produktif sekaligus menanamkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang Warga Binaan, Hikri, mengaku mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut. Ia mempelajari teknik budidaya maggot, manfaatnya dalam mengolah sampah organik, serta potensinya untuk mendukung kebutuhan pakan ikan.

“Saya belajar cara membudidayakan maggot dan memahami manfaatnya untuk mengolah sampah organik serta mendukung kebutuhan pakan ikan. Kegiatan ini juga mengajarkan kami untuk lebih disiplin, tekun, dan bertanggung jawab. Semoga ilmu yang didapatkan di sini menjadi bekal untuk memulai usaha setelah bebas nanti,” ungkapnya.

Pengembangan budidaya maggot di Lapas Amuntai diharapkan terus memberikan manfaat bagi pengelolaan lingkungan dan mendukung ketahanan pangan. Lebih dari itu, program ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk mengasah keterampilan, mengembangkan kreativitas, serta membangun kemandirian sebagai persiapan kembali ke tengah masyarakat.( Humas Lapas Amuntai )

Share:
Komentar

Berita Terkini