Pondasi Jembatan Gantung Deleng Damar Diperkuat, TNI dan Warga Gotong Royong

Editor: Syarkawi author photo

 


KUTACANE – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Deleng Damar, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, terus dikebut. Babinsa Posramil Ketambe jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat kembali bergotong royong memperkuat konstruksi pondasi jembatan, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan dipimpin Babinsa Posramil Ketambe, Serka Halamudin, bersama warga Desa Deleng Damar. Pekerjaan kali ini difokuskan pada perakitan besi pondasi di bagian tepi jauh jembatan.

Besi berukuran besar dirangkai dan diikat secara teliti untuk membentuk cincin cor serta konstruksi cakar ayam yang nantinya menjadi penopang tiang dan struktur utama jembatan.

Serka Halamudin mengatakan, pekerjaan tersebut membutuhkan ketelitian dan koordinasi agar konstruksi pondasi memiliki kekuatan serta daya tahan yang baik.

“Hari ini kami kembali bergotong royong bersama warga dengan fokus merangkai besi pondasi. Besi berukuran besar ini dibentuk menjadi cincin cor dan konstruksi cakar ayam sebagai penopang tiang jembatan,” ujar Halamudin.

Menurutnya, setiap tahapan pembangunan harus dikerjakan secara cermat agar jembatan yang dibangun nantinya kuat, aman, dan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa dan warga bahu-membahu menyiapkan material, mengatur posisi besi, merangkai hingga mengikat setiap bagian menjadi konstruksi pondasi yang kokoh.

Setelah perakitan besi pondasi selesai, pekerjaan dilanjutkan dengan pengangkutan material pendukung berupa satu mobil dump truck batu kerikil dan satu mobil dump truck pasir. Material tersebut dipersiapkan untuk menunjang tahapan pembangunan pondasi berikutnya.

Bagi warga Desa Deleng Damar, pembangunan jembatan ini sangat dinantikan. Selama akses yang tersedia belum memadai, sebagian masyarakat harus menempuh jalur lebih jauh dengan memutari kawasan pegunungan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kondisi tersebut juga berdampak pada anak-anak sekolah yang harus menempuh perjalanan lebih jauh menuju tempat pendidikan.

Karena itu, warga berharap Jembatan Gantung Perintis Deleng Damar segera rampung sehingga akses transportasi menjadi lebih mudah, aman, dan efisien. Selain mempermudah akses pendidikan, jembatan tersebut diharapkan dapat membantu warga mengangkut hasil pertanian dan perkebunan menuju permukiman maupun lokasi pemasaran.

“Kami sangat berharap jembatan ini cepat selesai. Kalau sudah bisa digunakan, anak-anak tidak perlu lagi memutar jauh untuk pergi sekolah dan warga juga lebih mudah membawa hasil kebun maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata salah seorang warga yang ikut bergotong royong.

Serka Halamudin menegaskan, Babinsa akan terus berkoordinasi dengan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan warga dalam setiap tahapan pekerjaan. Harapannya pembangunan dapat berjalan lancar, kualitas konstruksi tetap terjaga, dan jembatan ini nantinya dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Deleng Damar menjadi bagian dari upaya membuka akses masyarakat yang selama ini terkendala kondisi geografis. Keterlibatan Babinsa bersama warga juga memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.

Dengan pekerjaan yang terus berlanjut, masyarakat berharap jembatan tersebut segera selesai dan dapat dimanfaatkan untuk memperlancar mobilitas, memudahkan akses anak-anak menuju sekolah, serta mendukung aktivitas ekonomi warga, terutama dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini