KUTACANE – Warga Desa Lawe Buah Pala, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, menyambut baik percepatan pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang diharapkan membuka akses lebih mudah menuju kawasan pertanian dan perkebunan masyarakat.
Untuk mendukung percepatan tersebut, Babinsa Posramil Lawe Sumur jajaran Kodim 0108/Agara bersama warga dan pekerja melaksanakan gotong royong di lokasi pembangunan, Kamis (1/10/2026).
Babinsa Posramil Lawe Sumur, Sertu Turwadi, mengatakan keterlibatan TNI dalam pembangunan tersebut merupakan bentuk pendampingan terhadap masyarakat sekaligus upaya membantu mengatasi berbagai kesulitan warga di wilayah binaan.
“Dalam upaya mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan, kami bersama masyarakat terus melaksanakan gotong royong agar progres pembangunan jembatan dapat berjalan dengan baik. Kami berharap pembangunan ini segera selesai sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” ujar Sertu Turwadi.
Di lokasi, Babinsa bersama warga dan pekerja melangsir material pembangunan menuju titik pekerjaan di kedua sisi jembatan. Mereka juga membantu pengerjaan pondasi angkur dan pondasi tiang pylon serta perakitan besi untuk pondasi angkur di bagian tepi jauh jembatan.
Salah satu tahapan yang dikerjakan yakni pengangkatan dan pemasangan material tiang pylon. Struktur tersebut menjadi bagian penting dalam konstruksi jembatan gantung karena berfungsi sebagai penopang sistem jembatan.
Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan Babinsa, warga dan pekerja. Koordinasi serta kehati-hatian menjadi perhatian agar setiap tahapan pembangunan dapat berjalan aman dan sesuai kondisi lapangan.
Sejumlah material juga telah tersedia untuk mendukung kelanjutan pembangunan, di antaranya batu gunung, batu split, pasir, semen, besi ulir, tali seling, papan cor dan kaso. Peralatan pendukung seperti mesin molen dan drum air turut disiapkan di lokasi.
Selain itu, sebanyak 25 sak semen dipersiapkan untuk mendukung pekerjaan pengecoran dan pembangunan bagian jembatan lainnya.
Warga Berharap Akses ke Kebun Lebih Mudah
Bagi warga Lawe Buah Pala dan sekitarnya, keberadaan jembatan tersebut dinilai penting karena akan menjadi penghubung menuju lahan pertanian dan perkebunan masyarakat.
Selama ini, keterbatasan akses menjadi salah satu kendala warga, terutama ketika menuju lahan usaha maupun mengangkut hasil pertanian dan perkebunan menuju permukiman.
Dengan selesainya pembangunan jembatan, warga berharap mobilitas menuju lahan usaha menjadi lebih mudah dan aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih lancar.
Salah seorang warga yang ikut bergotong royong mengatakan masyarakat menyambut baik pembangunan tersebut karena akan membantu warga yang memiliki lahan di seberang sungai.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pembangunan jembatan ini. Kalau nanti sudah selesai, kami akan lebih mudah menuju kebun dan membawa hasil pertanian. Kami berharap pembangunannya dapat segera selesai sehingga bisa digunakan bersama-sama,” ungkapnya.
Kegiatan gotong royong tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Babinsa dan masyarakat. Kehadiran aparat kewilayahan diharapkan dapat mendorong warga untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam mendukung pembangunan di desa.
Pendampingan Babinsa merupakan bagian dari upaya TNI AD membantu masyarakat sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan warga di wilayah binaan.
Dengan keterlibatan berbagai pihak, pembangunan Jembatan Gantung Perintis Desa Lawe Buah Pala diharapkan berjalan aman dan lancar hingga selesai.
Setelah dapat dimanfaatkan, jembatan tersebut diharapkan memperlancar akses warga menuju lahan pertanian dan perkebunan, memudahkan mobilitas serta mendukung aktivitas perekonomian masyarakat Desa Lawe Buah Pala dan wilayah sekitarnya.
Semangat gotong royong antara TNI, masyarakat dan pekerja menjadi bagian penting dalam mempercepat terwujudnya sarana penghubung yang telah lama dibutuhkan warga.[]
