ACEH BESAR – Bukan kemewahan yang diharapkan M. Ali (65) dan Fuadi (52). Kedua warga Gampong Teu Dayah, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, hanya ingin memiliki rumah yang aman dan layak untuk ditempati bersama keluarga.
Harapan sederhana itu hingga kini belum terwujud. Kedua keluarga tersebut masih bertahan di rumah yang kondisinya memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius.
M. Ali, misalnya, telah bertahun-tahun menempati rumah sederhana dengan atap daun rumbia dan dinding papan. Sejumlah bagian dinding telah lapuk dan berlubang, sementara kondisi bangunan secara keseluruhan membuat rumah tersebut tidak lagi nyaman sebagai tempat tinggal.
Kekhawatiran semakin besar ketika hujan deras dan angin kencang melanda. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru membuat penghuni harus waswas terhadap keselamatan mereka.
Kondisi serupa dialami keluarga Fuadi. Rumah yang ditempati keluarga tersebut juga dalam kondisi tidak layak huni. Ironisnya, sebanyak tujuh orang harus tinggal bersama di dalam bangunan yang serba terbatas itu.
Kondisi kedua keluarga tersebut disampaikan Keuchik Gampong Teu Dayah, Iskandar Basyah, Senin (28/9/2026).
Iskandar berharap pemerintah daerah, pihak terkait, maupun para dermawan dapat memberikan perhatian terhadap kondisi kedua keluarga tersebut.
Menurutnya, kondisi rumah M. Ali dan Fuadi memang membutuhkan penanganan. Atap yang masih menggunakan daun rumbia serta dinding papan yang telah lapuk dan berlubang membuat kedua keluarga tersebut hidup dalam keterbatasan.
“Mereka bukan meminta kemewahan. Mereka hanya berharap bisa memiliki rumah yang layak, aman, dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga. Kondisi mereka memang sangat memprihatinkan,” ujar Iskandar.
Ia berharap pemerintah maupun pihak yang memiliki kepedulian dapat turun langsung melihat kondisi kedua rumah tersebut. Bantuan pembangunan rumah layak huni, kata dia, akan sangat berarti bagi kedua keluarga.
Iskandar juga berharap pemberitaan mengenai kondisi tersebut dapat membuka jalan bagi datangnya bantuan.
“Semoga ada perhatian dari pemerintah daerah dan para donatur. Jangan sampai mereka terus bertahan dalam kondisi seperti ini. Mereka juga berhak memiliki tempat tinggal yang layak dan aman. Kami berharap ada bantuan nyata untuk pembangunan rumah mereka,” katanya.
Bagi M. Ali dan keluarga Fuadi, rumah layak bukan sekadar bangunan. Rumah menjadi tempat berlindung, beristirahat, dan menjalani kehidupan bersama keluarga tanpa dihantui kekhawatiran ketika hujan dan angin datang.
Kini, harapan tersebut masih tertuju kepada pemerintah dan para dermawan agar kondisi kedua keluarga di Gampong Teu Dayah mendapat perhatian dan bantuan nyata.[]
