Hadapi Tantangan Infrastruktur Aceh, Dinas PUPR Aceh Perkuat Sinergi dengan Fakultas Teknik USK

Editor: Syarkawi author photo


undefined

Banda Aceh - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh bersama Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar pertemuan strategis guna memperkuat sinergi akademik dan teknokratik dalam menjawab tantangan pembangunan infrastruktur di Aceh, khususnya sektor jalan dan jembatan.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Balai Gading Fakultas Teknik USK, Selasa (22/7/2025) ini menjadi momentum penting untuk merancang langkah kolaboratif jangka panjang antara pemerintah dan dunia pendidikan.

Kepala Dinas PUPR Aceh, Ir. Mawardi, ST menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur Aceh tidak bisa dilakukan secara terpisah dari dukungan akademisi. Dinamika pembangunan yang terus berkembang menuntut adanya inovasi dan riset yang berkelanjutan agar setiap proyek konstruksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi geografis Aceh.

"Kami menyadari bahwa untuk menjawab tantangan pembangunan ke depan, kolaborasi dengan para akademisi menjadi sangat penting. Bukan hanya dalam bentuk diskusi, tetapi juga dalam implementasi teknis, riset lapangan, dan perencanaan pembangunan," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kajian akademik dalam perencanaan pembangunan infrastruktur, mengingat kondisi topografi dan geologis Aceh yang cukup kompleks. Kebutuhan akan transportasi yang terus meningkat mendorong PUPR Aceh untuk mengembangkan sistem transportasi yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan wilayah dan kebutuhan masyarakat.

“Capaian pembangunan jalan di Aceh saat ini sudah berada di angka 80 persen, namun kita tidak boleh berhenti di sini. Masih banyak tantangan yang harus kita jawab, termasuk kondisi medan yang sulit dan rawan bencana. Oleh karena itu, kajian akademis dan teknologi sangat kita butuhkan,” tambahnya.

undefined

Untuk menjawab tantangan tersebut, Dekan Fakultas Teknik USK Prof. Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC, IPU., ASEAN Eng menyebutkan bahwa pihaknya menekankan pentingnya pengembangan kurikulum dan kompetensi lulusan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja, baik di sektor publik maupun swasta. Kolaborasi dengan Dinas PUPR Aceh selama ini telah banyak membantu mahasiswa melalui program magang dan penelitian, sehingga meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan teknik.

“Selama ini banyak mahasiswa kami yang magang di Dinas PUPR Aceh. Hal itu bukan hanya memperluas pengalaman mereka, tetapi juga meningkatkan adaptabilitas dan kompetensinya ketika memasuki dunia kerja,” ujar salah satu dosen senior Fakultas Teknik USK.

Dalam kesempatan tersebut, pihak USK juga menyampaikan bahwa status Badan Layanan Umum (BLU) dan Badan Tugas Nasional Berbasis Hasil (BTNBH) yang mereka miliki memberikan keleluasaan dalam mengatur program-program pendidikan, termasuk penyesuaian kurikulum secara cepat, fleksibilitas pengelolaan keuangan, dan peluang membuka program studi baru tanpa proses birokrasi yang berbelit.

Salah satu poin penting dalam pertemuan ini adalah dorongan untuk memperkuat sumber pendanaan mandiri atau income generating bagi institusi pendidikan, termasuk kerja sama dengan stakeholder seperti Dinas PUPR Aceh. Pendanaan ini nantinya tidak hanya mendukung laboratorium atau unit-unit akademik, tetapi juga untuk pengembangan pendidikan dan keberlanjutan universitas secara umum.

Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan bersama untuk menjadikan kolaborasi antara Dinas PUPR Aceh dan Fakultas Teknik USK sebagai agenda strategis berkelanjutan. Diskusi-diskusi lanjutan dan program kerja sama seperti riset, pelatihan, hingga pengembangan teknologi infrastruktur akan terus digalakkan demi mendukung pembangunan Aceh yang berkelanjutan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini