ACEH — Harga emas di Aceh mencatatkan rekor baru pada awal 2026. Untuk pertama kalinya dalam beberapa waktu terakhir, harga emas per mayam di sejumlah daerah menembus angka Rp 8 juta, Sabtu, 10 Januari 2026.
Berdasarkan pantauan di laman Toko Emas Sejahtera 2, Kota Langsa, harga emas tercatat sebesar Rp 8.100.000 per mayam. Angka tersebut naik signifikan dibandingkan harga pada akhir 2025 yang masih berada di bawah Rp 8 juta.
Sementara itu, di Banda Aceh, harga emas juga menunjukkan tren kenaikan. Mengacu pada laman Toko Emas Bina Nusa, harga emas berada di kisaran Rp 7.910.000 per mayam. Harga tersebut belum termasuk ongkos pembuatan atau ongkos tukang yang berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per mayam, tergantung model perhiasan.
Dengan tambahan ongkos tersebut, harga emas per mayam di Banda Aceh secara keseluruhan nyaris menyentuh Rp 8 juta, sejalan dengan harga di sejumlah daerah lain di Aceh.
Kenaikan harga emas diperkirakan dipengaruhi oleh fluktuasi harga emas global, pergerakan nilai tukar rupiah, serta meningkatnya permintaan emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Bagi masyarakat Aceh, emas tidak hanya berfungsi sebagai perhiasan, tetapi juga menjadi instrumen tabungan tradisional yang telah lama digunakan. Karena itu, setiap perubahan harga emas kerap menjadi perhatian masyarakat.
Sejumlah pedagang emas menyebutkan minat beli masyarakat masih relatif stabil meski harga meningkat. Sebagian warga memilih menjual emas simpanan untuk merealisasikan keuntungan, sementara lainnya tetap membeli dengan harapan harga akan terus naik dalam jangka panjang.
Dengan harga yang telah menembus Rp 8 juta per mayam, masyarakat diimbau lebih cermat dalam mengambil keputusan transaksi serta terus memantau perkembangan harga emas di pasar lokal.[]
