ACEH — Harga emas di Aceh kembali mencetak rekor. Pada Senin (12/1/2026), harga emas di sejumlah daerah melonjak hingga menembus Rp 8,2 juta per mayam, memicu perhatian masyarakat dan pelaku usaha emas.
Di Kota Langsa, harga emas tercatat paling tinggi. Berdasarkan informasi dari Toko Emas Sejahtera 2, harga emas dipatok Rp 8.200.000 per mayam, menjadi salah satu level tertinggi sepanjang perdagangan emas di Aceh.
Sementara itu, di Banda Aceh, harga emas juga menembus Rp 8.000.000 per mayam, berdasarkan pantauan di Toko Emas Bina Nusa. Harga tersebut belum termasuk ongkos pembuatan atau ongkos jual beli yang berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per mayam, tergantung model dan jenis emas.
Kenaikan harga emas dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta meningkatnya minat masyarakat menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven). Kondisi ini menjaga permintaan emas tetap tinggi meski harga terus merangkak naik.
Lonjakan harga tersebut menghadirkan dilema bagi masyarakat. Pemilik emas diuntungkan karena nilai aset meningkat, sementara calon pembeli—baik untuk tabungan, mahar pernikahan, maupun investasi awal—harus menghadapi harga yang kian mahal.
Di media sosial, tren kenaikan harga emas di Aceh ramai diperbincangkan. Sebagian warganet berspekulasi harga emas berpotensi menembus Rp 10 juta per mayam pada 2026. Namun pelaku pasar mengingatkan, pergerakan harga emas tetap dipengaruhi banyak faktor dan berpeluang mengalami koreksi.
Dengan tren yang masih menanjak, emas kembali menjadi perbincangan hangat di Aceh—antara harapan keuntungan dan kekhawatiran akan harga yang terus melambung.[]
