Kapolres Lhokseumawe Pimpin Gotong Royong Pembersihan SDN 5 Muara Batu Pascabanjir

Editor: Syarkawi author photo

 


Aceh Utara — Kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan ditunjukkan Polres Lhokseumawe melalui kegiatan gotong royong pembersihan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Muara Batu, Desa Tumpok Beurandang, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Rabu, 14 Januari 2026.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin langsung Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.H., M.S.M., bersama jajaran Polres Lhokseumawe dan personel BKO Brimob Polda Kalimantan Timur. Pembersihan difokuskan pada pengangkatan lumpur dan sampah sisa banjir yang menggenangi halaman hingga ruang-ruang kelas sekolah.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain Wakapolres Lhokseumawe Kompol Salmidin, S.E., M.M., Kabag Ops Polres Lhokseumawe Kompol M. Abdhi Hendriyatna, S.I.K., M.H., Danki BKO 4 Yon B Pelopor Sat Brimob Polda Kaltim AKP Elan Suherlan, S.H., Kapolsek Muara Batu Ipda Syukrullah, S.E., pejabat utama Polres Lhokseumawe lainnya, Kepala SDN 5 Muara Batu Amartana, S.Pd., para dewan guru, serta personel Polres, Brimob, dan Polsek Muara Batu.

Untuk mempercepat proses pembersihan, Polres Lhokseumawe mengerahkan satu unit mobil water cannon serta peralatan kebersihan lainnya. 

Lumpur dan material sisa banjir dibersihkan dari halaman sekolah, lorong, hingga ruang kelas agar aktivitas belajar mengajar dapat segera kembali normal.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial Polri terhadap masyarakat, khususnya dalam mendukung pemulihan sektor pendidikan pascabencana.

“Sekolah harus segera kembali bersih dan layak digunakan agar anak-anak dapat belajar dengan nyaman dan aman. Polri akan selalu hadir membantu masyarakat dalam situasi darurat seperti ini,” kata Ahzan.

Dari hasil kegiatan tersebut, seluruh ruang kelas SDN 5 Muara Batu dinyatakan siap digunakan kembali. Lumpur di halaman dan lorong sekolah berhasil dibersihkan, sementara buku-buku dan perlengkapan yang rusak akibat terendam banjir telah dikumpulkan untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).[]

Share:
Komentar

Berita Terkini