Pascabanjir, Polres Pidie Jaya Bersama Warga Pulihkan Sekolah Terdampak

Editor: Syarkawi author photo

 


Pidie Jaya — Polres Pidie Jaya bersama masyarakat bergerak cepat melakukan pemulihan fasilitas pendidikan pascabencana banjir guna memastikan proses belajar mengajar dapat segera kembali normal di Kabupaten Pidie Jaya.

Kegiatan gotong royong tersebut dilaksanakan pada Sabtu (10/1/2026) dengan sasaran Sekolah Dasar Negeri (SDN) 8 Meureudu, Gampong Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudu, yang terdampak banjir dan endapan lumpur.

Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu melalui Kasi Humas Polres Pidie Jaya AKP Mahruzar Hariadi menyampaikan bahwa pemulihan sekolah menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan hak anak-anak dalam memperoleh pendidikan yang layak.

“Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir membantu masyarakat agar anak-anak dapat segera kembali belajar. Pembersihan sekolah ini merupakan bagian dari percepatan pemulihan pascabencana,” ujar AKP Mahruzar.

Kegiatan tersebut dipimpin Kabag SDM Polres Pidie Jaya AKP Mahyuddin dan melibatkan personel lintas fungsi, antara lain Kasat Lantas AKP Fefy Yunitasari, Kasat Samapta Iptu Ramli, KBO Satintelkam Iptu Edi Zulkarnein, Kapolsek Meureudu AKP Mustafa, personel Polres dan Polsek Meureudu, personel BKO Brimob Polda Aceh dalam Operasi Aman Nusa II, serta dewan guru dan masyarakat setempat.

Untuk mempercepat proses pembersihan, Polri mengerahkan Armoured Water Cannon (AWC) guna menyuplai air bertekanan tinggi, didukung mobil pemadam kebakaran milik pemerintah daerah serta peralatan manual seperti sekop, cangkul, dan gerobak pengangkut sampah. 

Lumpur dan material sisa banjir dibersihkan dari ruang kelas, halaman sekolah, hingga fasilitas penunjang lainnya.

AKP Mahruzar menambahkan, sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pemulihan pascabencana sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Gotong royong ini mencerminkan kehadiran negara melalui Polri bersama masyarakat, agar pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan aktivitas pendidikan tidak terhambat akibat bencana,” pungkasnya.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini