BIREUEN — Polres Bireuen mempercepat pembersihan SD Negeri 11 Peusangan, Kabupaten Bireuen, yang terdampak banjir, agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal. Pembersihan dilakukan secara intensif oleh personel Polres Bireuen pada Senin, 12 Januari 2026.
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh mengakibatkan berbagai fasilitas publik terdampak, termasuk sarana pendidikan. Di SD Negeri 11 Peusangan, lumpur dan material sisa banjir menutupi ruang kelas serta lingkungan sekolah, sehingga menghambat aktivitas belajar mengajar.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan pembersihan dilakukan secara gotong royong dengan menargetkan percepatan pemulihan fasilitas sekolah.
“Personel Polres Bireuen bekerja bahu membahu membersihkan SD Negeri 11 Peusangan agar sekolah ini dapat segera digunakan kembali,” kata Joko Krisdiyanto.
Menurut dia, percepatan pembersihan bertujuan agar siswa dan tenaga pendidik dapat kembali melaksanakan proses pendidikan dengan aman dan nyaman pascabencana.
“Dengan dikebutnya pembersihan, kami berharap kegiatan belajar mengajar dapat segera berlangsung normal,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembersihan intensif yang dilakukan telah membuahkan hasil dengan bersihnya lumpur dan material sisa banjir dari lingkungan sekolah.
Kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus solusi untuk memastikan fasilitas pendidikan kembali layak digunakan.
“Polri hadir untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat, khususnya para pelajar, agar proses pendidikan tidak terhambat,” tutupnya.[]
