Meureudu — Polres Pidie Jaya bersama masyarakat melaksanakan gotong royong pemulihan pascabencana banjir bandang di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 21 Pidie Jaya, Gampong Mesjid, Kecamatan Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya, Rabu (7/1/2026).
Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu melalui Kasi Humas Polres Pidie Jaya AKP Mahruzar Hariadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran dan kepedulian Polri dalam membantu percepatan pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana alam.
“Polres Pidie Jaya bersama masyarakat melaksanakan gotong royong pemulihan pascabencana banjir bandang di MIN 21 Pidie Jaya. Fokus kegiatan ini adalah membersihkan lingkungan sekolah agar proses belajar mengajar dapat segera kembali berjalan normal,” ujar AKP Mahruzar.
Gotong royong melibatkan personel gabungan Polsek Panteraja, Polsek Bandar Baru, dan Polsek Trienggadeng yang dipimpin Kasubbagbinops Bagops Polres Pidie Jaya IPTU Saiful Bahri. Sejumlah unsur terkait turut hadir, di antaranya Kapolsek Bandar Baru IPTU Muhammad Risky Ali, Kapolsek Trienggadeng IPTU Yuswar, Kapolsek Panteraja IPTU Irsan Chalik, Kepala Sekolah MIN 21 Pidie Jaya Syuaibah, serta petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pidie Jaya.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polri bersama dewan guru dan masyarakat membersihkan lumpur sisa luapan banjir di sejumlah fasilitas sekolah, seperti ruang guru dan kepala sekolah, ruang kelas, area parkir, serta halaman sekolah. Pembersihan dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kembali aman dan nyaman bagi siswa.
AKP Mahruzar menegaskan, pemulihan fasilitas pendidikan menjadi perhatian serius Polri karena sekolah merupakan tempat tumbuh dan berkembangnya generasi penerus bangsa.
“Sekolah adalah tempat menanam harapan dan masa depan anak-anak. Ketika bencana melanda, Polri hadir untuk memastikan proses pendidikan tidak terhenti dan anak-anak tetap memiliki ruang belajar yang bersih, aman, dan layak,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan gotong royong ini tidak hanya bertujuan memulihkan kondisi fisik sekolah, tetapi juga memperkuat sinergi Polri dan masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pascabencana.
“Melalui kebersamaan ini, kami berharap aktivitas belajar mengajar dapat segera berlangsung kembali dan masyarakat dapat bangkit bersama pasca bencana,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut menjadi cerminan kuatnya sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam menghadapi serta bangkit dari dampak bencana alam di Kabupaten Pidie Jaya.[]
