Abu Ahmada Melayat ke Rumah Duka Mertua Azhari Cage di Banda Aceh

Editor: Syarkawi author photo

 

Anggota DPD RI asal Aceh, Abu Ahmada, saat melayat ke rumah duka almarhumah Ibu Siti Nur Binti Idris, mertua Anggota DPD RI Azhari Cage, di Gampong Doi, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Jumat malam (6/3/2026). Abu Ahmada menyampaikan belasungkawa dan doa untuk almarhumah serta keluarga yang ditinggalkan.

BANDA ACEH – Anggota DPD RI asal Aceh, Abu Ahmada, melayat ke rumah duka almarhumah Ibu Siti Nur binti Idris, mertua dari anggota DPD RI Azhari Cage, pada Jumat malam (6/3/2026). 

Kunjungan takziah tersebut berlangsung di kediaman keluarga duka di Gampong Doi, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh.

Kehadiran Abu Ahmada menjadi bentuk empati dan solidaritas kepada keluarga yang ditinggalkan. 

Dalam suasana penuh duka, ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya almarhumah serta mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.

Almarhumah Ibu Siti Nur binti Idris diketahui meninggal dunia pada Selasa (3/3/2026), bertepatan dengan 13 Ramadan 1447 Hijriah, di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin setelah sempat menjalani perawatan medis.

Dalam kesempatan tersebut, Abu Ahmada juga berbincang dengan keluarga besar serta masyarakat sekitar yang hadir untuk menyampaikan belasungkawa. 

Ia mengajak semua pihak untuk mendoakan almarhumah agar segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT dan diampuni segala dosa serta khilafnya.

“Semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan dalam menghadapi ujian ini,” ujar Abu Ahmada.

Suasana rumah duka pada malam itu dipenuhi kerabat, sahabat, serta tokoh masyarakat yang datang silih berganti untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga. 

Doa bersama juga dipanjatkan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Setelah disemayamkan di rumah duka di Banda Aceh, jenazah almarhumah kemudian dibawa ke Lhokseumawe untuk dimakamkan di kawasan Paloh.

Kunjungan Abu Ahmada ke rumah duka tersebut tidak hanya sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhumah, tetapi juga mencerminkan nilai kebersamaan dan solidaritas yang kuat di tengah masyarakat Aceh. 

Kehadiran tokoh masyarakat dan pejabat publik dalam momen duka seperti ini juga menjadi wujud nyata kepedulian dan silaturahmi antarsesama. (**)

Share:
Komentar

Berita Terkini