Banda Aceh – Menjelang Ramadhan dan Idulfitri 2026, Perum BULOG Kantor Wilayah Aceh melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional dan toko pengecer di Banda Aceh dan sekitarnya guna menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pangan pokok.
Sidak dilakukan untuk mengawasi peredaran komoditas strategis, terutama beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng MinyaKita.
Tim BULOG meninjau harga jual di tingkat pedagang, memeriksa ketersediaan stok, dan memastikan kepatuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Pemimpin Wilayah BULOG Aceh, Ihsan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya rutin untuk melindungi daya beli masyarakat.
“Kami ingin memastikan komoditas pangan tersedia dalam jumlah cukup, harga tetap wajar, dan tidak ada praktik penjualan di atas HET. Jika ditemukan pelanggaran, akan diberikan teguran sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Dalam sidak tersebut, BULOG juga berdialog dengan para pedagang untuk menyerap informasi terkait distribusi dan pasokan barang. Sejumlah pedagang mengaku pasokan relatif stabil, meskipun terdapat dinamika harga pada komoditas tertentu akibat faktor distribusi dan biaya logistik.
Saat ini, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Aceh tercatat sebanyak 53.865 ton dan dalam kondisi aman. Untuk komoditas MinyaKita, BULOG memastikan penyaluran berjalan sesuai ketentuan pemerintah dengan harga yang mengacu pada HET.
Menghadapi momentum peningkatan kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idulfitri, BULOG juga mengintensifkan sinergi dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan, serta instansi terkait guna mencegah potensi spekulasi harga dan penimbunan barang.
BULOG menegaskan akan terus melakukan monitoring secara berkala hingga pasca-Lebaran guna memastikan stabilitas harga dan pasokan tetap terjaga.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat serta menciptakan kondisi pasar yang kondusif di Aceh.[]
