Banda Aceh — Pemerintah Aceh terus memperkuat komitmennya dalam memulihkan sektor pendidikan pascabencana. Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah-sekolah yang terdampak bencana menjadi perhatian utama agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara aman dan nyaman.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthala Murthalamuddin, mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf, mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Iskandar Muda BPMP Aceh, Rabu (4/2/2026).
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, mulai dari unsur pemerintah daerah, instansi teknis, hingga para pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Murthala menegaskan bahwa rehabilitasi sekolah terdampak bencana tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali fisik bangunan, tetapi juga memastikan lingkungan sekolah kembali layak, aman, dan mendukung proses tumbuh kembang generasi Aceh.
“Langkah bersama ini merupakan ikhtiar kita agar sekolah-sekolah yang terdampak bencana dapat segera bangkit, sehingga para siswa dapat kembali belajar dengan rasa aman dan nyaman,” ujarnya.
Program revitalisasi satuan pendidikan diharapkan mampu mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan, mencakup ruang kelas, sarana pendukung pembelajaran, serta aspek keselamatan bangunan sekolah.
Selain itu, koordinasi lintas sektor dinilai sangat penting agar proses rehabilitasi berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Pemerintah Aceh menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu prioritas utama yang harus segera dipulihkan pascabencana, mengingat sekolah menjadi pusat aktivitas penting bagi anak-anak dan penentu masa depan daerah.
Murthala juga mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk turut memberikan dukungan moral dan doa agar upaya pemulihan pendidikan dapat berjalan dengan lancar.
“Mari kita bersama-sama mendoakan dan mendukung pemulihan pendidikan Aceh. Ini adalah tanggung jawab bersama demi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Aceh optimistis sektor pendidikan akan segera bangkit, lebih kuat, dan siap menghadapi tantangan ke depan. (**)
