BANDA ACEH – Arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 2026 di Aceh mengalami peningkatan signifikan, terutama di ruas Tol Sigli–Banda Aceh yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat.
Berdasarkan data PT Hutama Karya selaku operator, total kendaraan yang melintas di tol Sibanceh selama periode angkutan Lebaran mencapai 201.670 unit. Jumlah ini meningkat sekitar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Lonjakan tersebut mencerminkan tingginya aktivitas masyarakat, baik untuk mudik, bersilaturahmi, maupun berwisata selama libur panjang.
Peningkatan arus kendaraan juga dipengaruhi oleh beroperasinya akses tol hingga kawasan Padang Tiji. Ruas baru ini memberikan kemudahan akses yang lebih cepat dan efisien, khususnya bagi pengguna jalan menuju Banda Aceh dan sekitarnya, sekaligus membantu mengurai kepadatan di jalur arteri.
Puncak arus kendaraan terjadi pada 24 Maret 2026 dengan jumlah 18.058 kendaraan dalam satu hari. Sementara itu, Gerbang Tol Padang Tiji menjadi titik terpadat dengan total 87.780 kendaraan keluar masuk selama periode Lebaran.
Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, menilai tingginya mobilitas ini menunjukkan peran penting infrastruktur transportasi dalam mendukung kelancaran perjalanan masyarakat.
“Pergerakan kendaraan pada masa mudik dan arus balik tahun ini sangat tinggi. Kehadiran jalan tol sangat membantu memperlancar distribusi perjalanan sehingga waktu tempuh menjadi lebih efisien,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (30/3).
Selain di jalur tol, peningkatan juga terjadi pada sektor transportasi darat secara umum. Selama periode angkutan Lebaran, jumlah penumpang angkutan darat mencapai 107.648 orang atau meningkat 15,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Puncak pergerakan penumpang terjadi pada 17 Maret 2026 dengan jumlah 9.285 orang dalam satu hari. Lonjakan ini dilayani oleh berbagai terminal tipe A, seperti Terminal Batoh, Lhokseumawe, Paya Ilang, Langsa, dan Meulaboh, serta terminal tipe B di sejumlah kabupaten/kota di Aceh.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tradisi mudik masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Aceh. Dukungan infrastruktur yang terus berkembang tidak hanya memperlancar arus perjalanan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di daerah tujuan wisata dan pusat keramaian selama libur Lebaran.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berupaya menjaga kelancaran, keamanan, dan kenyamanan perjalanan melalui koordinasi lintas sektor selama masa angkutan Lebaran.
Dengan tren peningkatan ini, keberadaan tol Sibanceh diproyeksikan akan semakin vital sebagai jalur utama mobilitas masyarakat Aceh sekaligus penggerak konektivitas dan pertumbuhan wilayah di masa mendatang. ()
