BANDA ACEH – Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah memimpin kegiatan penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah penerimaan terpadu calon anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di Meuligoe Tribata Polda Aceh, Selasa (31/3/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, para Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, panitia dan pengawas internal maupun eksternal, peserta seleksi, serta orang tua atau wali calon siswa.
Pelaksanaan pakta integritas dan pengambilan sumpah ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mewujudkan proses rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, humanis, dan berintegritas.
Tahun ini, jumlah peserta penerimaan terpadu anggota Polri di Polda Aceh yang meliputi jalur Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, dan Tamtama mencapai 2.590 orang.
Dalam arahannya, Kapolda Aceh menegaskan pentingnya menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan seleksi. Ia juga mengingatkan agar seluruh proses bebas dari praktik titipan maupun intervensi pihak mana pun.
“Saya minta panitia bertindak tegas terhadap segala bentuk intervensi. Coret peserta yang mencoba melakukan titip-menitip. Proses ini harus bersih dan adil,” tegasnya.
Kapolda juga menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan anggota Polri tidak dipungut biaya. Ia mengimbau peserta dan orang tua agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
“Penerimaan Polri gratis. Jangan percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan bayaran,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa seluruh hasil penilaian seleksi tersimpan secara terpusat dan ditentukan secara objektif oleh sistem.
“Nilai tersimpan di pusat dan diawasi ketat. Jika tidak lulus, lakukan evaluasi diri, bukan menyalahkan panitia,” katanya.
Untuk menjamin transparansi, Polda Aceh juga menyiapkan sistem pengawasan dan layanan pengaduan bagi peserta maupun orang tua.
Selain itu, akan dibentuk Tim Penjamin Mutu serta desk informasi guna menampung berbagai keluhan selama proses seleksi berlangsung.
Kapolda turut menegaskan bahwa Polri membutuhkan calon anggota yang sehat jasmani dan rohani, serta memiliki integritas dan kualitas pendidikan yang baik.
“Kami mencari anggota Polri yang berkualitas, bukan hasil titipan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa apabila ditemukan adanya upaya intervensi melalui pesan pribadi kepada pejabat atau panitia, maka peserta terkait akan langsung didiskualifikasi.
Dalam sesi dialog, sejumlah orang tua dan peserta menyampaikan pertanyaan, termasuk terkait penilaian tambahan hafalan Al-Qur’an serta pelaksanaan rekrutmen proaktif.
Kapolda menjelaskan bahwa kebijakan tersebut disesuaikan dengan aturan dan kebutuhan dari tingkat pusat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh tahapan penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di Polda Aceh dapat berjalan secara bersih, transparan, dan akuntabel, serta mampu menghasilkan personel Polri yang profesional dan berintegritas.[]
