Komisi V DPRA Nilai Penunjukan Muhazar sebagai Direktur RSUDZA Tepat

Editor: Syarkawi author photo

 

Ketua Komisi V DPRA Rijaluddin menilai penunjukan Dr. Muhazar sebagai Direktur RSUDZA Banda Aceh merupakan langkah tepat untuk memperkuat manajemen dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh.(9/3/2026)

BANDA ACEH – Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Rijaluddin menilai penunjukan Dr. Muhazar sebagai Direktur RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) merupakan langkah yang tepat untuk memperkuat tata kelola dan pelayanan kesehatan di rumah sakit rujukan utama di Aceh tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Rijaluddin kepada media pada 9 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa proses pengangkatan Muhazar telah melalui seluruh tahapan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku di lingkungan Pemerintah Aceh.

Menurutnya, proses seleksi yang transparan dan berbasis kompetensi menjadi jaminan bahwa sosok yang terpilih memiliki kapasitas untuk memimpin institusi pelayanan kesehatan sebesar RSUDZA. Ia menambahkan bahwa posisi direktur rumah sakit tidak selalu harus berasal dari dokter klinis, melainkan juga harus memiliki kemampuan manajerial yang kuat.

“Jabatan direktur rumah sakit tidak selalu harus diisi oleh dokter klinis. Yang terpenting adalah latar belakang keilmuan di bidang kesehatan serta kemampuan manajerial untuk mengelola organisasi besar seperti RSUDZA,” ujar Rijaluddin.

Ia menilai Muhazar yang memiliki latar belakang Ilmu Kesehatan Masyarakat memiliki kompetensi yang memadai untuk memimpin rumah sakit tersebut. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki, Muhazar diyakini mampu memperkuat sistem manajemen rumah sakit sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Rijaluddin menjelaskan bahwa tantangan rumah sakit rujukan seperti RSUDZA tidak hanya berkaitan dengan pelayanan medis, tetapi juga menyangkut pengelolaan sumber daya manusia, sistem pelayanan yang efektif, serta manajemen fasilitas dan logistik kesehatan.

Ia berharap kepemimpinan Muhazar dapat membawa semangat pembaruan dalam tata kelola rumah sakit, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Yang paling penting adalah komitmen untuk memperbaiki sistem pelayanan. RSUDZA harus mampu menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, cepat, dan humanis,” katanya.

Selain itu, Rijaluddin juga menekankan pentingnya memperkuat kinerja tenaga medis dan tenaga kesehatan di lingkungan rumah sakit. Menurutnya, dukungan terhadap dokter, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya merupakan faktor penting dalam menciptakan pelayanan yang optimal bagi pasien.

Ia juga menyoroti persoalan klasik yang kerap dikeluhkan masyarakat, yakni ketersediaan obat-obatan dan bahan medis di rumah sakit. Menurutnya, ketersediaan obat merupakan kebutuhan dasar yang harus selalu terjaga.

“Jangan sampai masyarakat datang berobat tetapi terkendala karena obat tidak tersedia atau harus mencarinya di luar rumah sakit. Hal seperti ini harus menjadi perhatian serius manajemen rumah sakit,” ujarnya.

Rijaluddin menegaskan bahwa Komisi V DPRA akan terus melakukan pengawasan terhadap kinerja RSUDZA sebagai bagian dari fungsi legislatif dalam memastikan pelayanan publik berjalan dengan baik.

Ia juga menyatakan pihaknya siap memberikan dukungan terhadap berbagai langkah pembenahan yang dilakukan manajemen rumah sakit selama berdampak positif bagi masyarakat.

“Kami melihat Dr. Muhazar memiliki semangat untuk melakukan pembenahan. Jika pelayanan semakin baik dan masyarakat merasakan manfaatnya, tentu kami siap mendukung upaya perbaikan RSUDZA demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Aceh,” kata Rijaluddin.

Ia berharap RSUDZA sebagai rumah sakit rujukan utama di Aceh dapat terus meningkatkan standar pelayanan serta memperkuat sistem manajemen yang lebih modern dan profesional, sehingga mampu menjadi pusat layanan kesehatan unggulan di kawasan barat Indonesia.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini