ACEH – TNI Angkatan Darat (TNI AD) membangun sebanyak 40 unit Jembatan Armco di berbagai wilayah Provinsi Aceh sebagai bagian dari Program Jembatan Garuda guna mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana.
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan langkah strategis untuk mengembalikan konektivitas antarwilayah yang sempat terganggu akibat banjir dan tanah longsor.
“Melalui pembangunan jembatan ini, TNI AD membantu memulihkan akses transportasi masyarakat sehingga aktivitas ekonomi dan distribusi logistik dapat kembali berjalan normal,” ujar Kasad.
Sebanyak 40 Jembatan Armco tersebut dibangun di sejumlah wilayah di Aceh, antara lain Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bireuen, dan Aceh Utara.
Di Kabupaten Aceh Tamiang, jembatan dibangun di wilayah Alue Gadeng Dua, Alue Sentang, Terban, dan Blang Kandis.
Sementara di Kabupaten Aceh Timur, pembangunan dilakukan di sejumlah titik, di antaranya Buket Kuta, Alue Buloh, Paya Biliesa, Blang Gleum, Buket Makmur, Lhok Seuntang, Gampong Baroh, Alur Pinrang, Alue Itam, Peunaron Lama, Alue Siwah, serta Keudongdong.
Di Kabupaten Bireuen, pembangunan jembatan dilakukan di wilayah Batee Raya, Juli Tambo, Krueng Juli, Alue Limeng, serta Salah Sirong Jaya.
Sedangkan di Kabupaten Aceh Utara, jembatan dibangun di kawasan Buket Linteueng, Masjid Meuraksa, dan Bangka Jaya.
Kasad menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam membantu masyarakat mengatasi dampak bencana sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi daerah.
Melalui program ini diharapkan mobilitas warga kembali lancar serta distribusi barang dan jasa dapat berjalan normal.[]
