AMANAH dan Pemkab Aceh Besar Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Ekonomi, dan Pelestarian Budaya

Editor: Syarkawi author photo

 


Aceh Besar — Kolaborasi antara Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar terus diperkuat melalui pembahasan sejumlah program strategis yang mencakup sektor pendidikan, ekonomi, dan pelestarian budaya.

Pertemuan yang berlangsung di Gedung Dekranasda Gani tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, yang menyambut rombongan AMANAH dipimpin Ketua Yayasan, Dr. Syaifullah Muhammad. Turut mendampingi, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga serta Kepala Dinas UMKM Aceh Besar.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak menekankan pentingnya menjaga khasanah endatu atau warisan leluhur. 

Salah satu fokus utama adalah pelestarian Bahasa Aceh melalui penggunaan aktif dalam kehidupan sehari-hari serta integrasi dalam sistem pendidikan. Upaya ini dinilai penting untuk memperkuat identitas budaya di tengah arus modernisasi.

Di sektor ekonomi, pembahasan mengarah pada peningkatan transparansi pengelolaan usaha, khususnya sektor kuliner.

Pemerintah mendorong penerapan sistem keuangan yang lebih akuntabel, seperti penggunaan tapping box, guna meningkatkan kepercayaan publik sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu, di bidang pendidikan, Bupati Aceh Besar menginisiasi program berbasis keagamaan “Beut Kitab” yang direncanakan diterapkan di sekolah. 

Program ini bertujuan mengintegrasikan pembelajaran fardu ain dan fardu kifayah dalam konsep sekolah terpadu.

Sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia, AMANAH juga direncanakan menjadi pusat pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek). 

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas generasi muda serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kompetensi.

Pengembangan kemampuan siswa juga menjadi perhatian, termasuk peningkatan penguasaan Bahasa Inggris serta pembinaan minat dan bakat sejak dini. 

Selain itu, sektor keagamaan akan diperkuat melalui pengembangan program bagi santri dan dayah yang akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan dinas terkait.

Dalam konteks pemberdayaan pemuda, kedua pihak turut mendorong pengembangan eduwisata berbasis pertanian, seperti budidaya melon, anggur, jagung, dan komoditas lainnya yang berorientasi ekspor. Program ini diproyeksikan menjadi pintu masuk pengembangan ekonomi kreatif berbasis desa.

Pertemuan tersebut juga membahas rencana pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) khusus santri serta perhatian terhadap isu sosial, termasuk kondisi panti jompo di Aceh Besar yang dinilai masih membutuhkan penanganan lebih serius.

Sebagai tindak lanjut, Bupati Aceh Besar dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Gedung AMANAH untuk melihat langsung potensi pengembangan pusat kreatif dan pelatihan generasi muda.

Secara keseluruhan, pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi berkelanjutan antara AMANAH dan Pemkab Aceh Besar guna mendorong pembangunan yang inklusif, berbasis budaya, pendidikan, dan penguatan ekonomi masyarakat.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini