![]() |
| Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris memberikan sambutan sekaligus membuka Bimtek Guru Pengajar Beut Kitab Bak Sikula di Aula Disnaker Aceh Besar, Kota Jantho, Kamis (30/4/2026). (FOTO/MC ACEH BESAR) |
KOTA JANTHO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman melalui program Beut Kitab Bak Sikula.
Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) bagi para guru pengajar program tersebut di sekolah-sekolah, yang digelar di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Aceh Besar, Kota Jantho, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan kualitas pengajaran kitab di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), sekaligus menyamakan persepsi para pengajar agar materi yang disampaikan dapat diterima secara optimal oleh peserta didik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar, Rahmawati, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa bimtek berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan ulama dayah sebagai pemateri utama, serta materi pendukung dari dinas terkait.
“Pada hari pertama peserta mendapatkan materi dari ulama dayah terkait substansi pengajaran kitab, kemudian dilanjutkan dengan materi dari dinas untuk penguatan metode pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Bupati: Guru Harus Serius dan Ikhlas
Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, dalam arahannya menegaskan bahwa program ini dirancang secara serius melalui proses seleksi ketat terhadap para guru yang terlibat, agar pendidikan agama yang diberikan benar-benar berkualitas dan berdampak pada pembentukan karakter generasi muda.
“Tujuan kita melakukan seleksi agar melahirkan guru-guru yang layak dan mampu, karena mereka akan mendidik generasi kita ke depan,” tegasnya.
Bupati yang akrab disapa Syech Muharram itu juga mengingatkan pentingnya keikhlasan dalam mengajar, tidak semata berorientasi pada insentif, tetapi pada keberkahan ilmu yang disampaikan.
“Kalau ilmu tidak diajarkan, maka tidak akan berkah. Saya berharap guru-guru istiqamah dan serius dalam mendidik anak-anak kita,” ujarnya.
Sasar 29 Ribu Siswa
Menurut Bupati, program Beut Kitab Bak Sikula menyasar sekitar 29 ribu siswa di Aceh Besar yang akan mendapatkan penguatan dasar-dasar keislaman melalui pembelajaran di sekolah.
Ia menilai, tidak semua anak memiliki kesempatan belajar agama di luar sekolah, sehingga program ini menjadi solusi strategis untuk pemerataan pendidikan agama.
“Sebagian anak mungkin lanjut mengaji di luar, tapi ada juga yang tidak. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.
Perkuat Dasar Fardhu Ain
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program ini tidak bertujuan menggantikan peran dayah atau balai pengajian, melainkan memberikan dasar keilmuan agama sejak dini.
“Anak-anak minimal memahami fardhu ain seperti bersuci, wudhu, hingga tata cara ibadah yang benar. Ini penting sebagai bekal dasar mereka,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa Aceh sebagai daerah dengan kekhususan penerapan syariat Islam memiliki peluang besar untuk memperkuat pendidikan berbasis nilai keislaman melalui berbagai lembaga yang ada.
Harapkan Standarisasi Pengajaran
Melalui bimtek ini, Bupati berharap tercipta keseragaman metode, materi, dan pola komunikasi dalam pengajaran di sekolah, sehingga tujuan program dapat tercapai secara efektif.
“Kita ingin ada keseragaman agar pembelajaran lebih efektif, mengingat waktu belajar yang terbatas,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh peserta bimtek untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh demi mewujudkan generasi Aceh Besar yang berilmu dan berakhlak.
“Ini ikhtiar bersama untuk menjadikan Aceh Besar lebih baik,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, para staf ahli bupati, asisten Sekda, kepala OPD, serta jajaran Disdikbud Aceh Besar.[]
