Disdik Banda Aceh Perkuat Program UKS, 38 SMP Ikuti Observasi dan Penguatan Sekolah Sehat

Editor: Syarkawi author photo

 


BANDA ACEH — Komitmen membangun generasi sehat dan berdaya saing terus diperkuat Pemerintah Kota Banda Aceh melalui sektor pendidikan. 

Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh menggelar kegiatan observasi dan penguatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SMP Negeri 6 Banda Aceh, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 38 SMP, baik negeri maupun swasta, yang terdiri atas kepala sekolah dan pengelola UKS. 

Agenda tersebut menjadi wadah strategis untuk berbagi praktik terbaik dalam penerapan Trias UKS, yang meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat, sebagai upaya mendukung terwujudnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Menariknya, kegiatan ini sebelumnya sempat tertunda sejak akhir tahun 2025 akibat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Banda Aceh. 

Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat SMP Negeri 6 Banda Aceh untuk bangkit dan kembali menunjukkan ketangguhan dalam pemulihan serta peningkatan standar kesehatan lingkungan sekolah pascabencana.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta melakukan observasi langsung ke sejumlah fasilitas unggulan SMPN 6 Banda Aceh, antara lain klinik kesehatan jiwa sebagai layanan dukungan psikologis bagi siswa, dapur sehat sebagai sarana edukasi gizi, serta sistem pengelolaan sampah inovatif yang dikembangkan bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala (USK).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakrie, menegaskan pentingnya penguatan UKS sebagai fondasi dalam membangun karakter dan prestasi siswa. 

Menurutnya, aspek kesehatan memiliki pengaruh besar terhadap kualitas belajar dan perkembangan mental peserta didik.

“Trias UKS harus dijalankan secara nyata dan berkelanjutan. Bukan sekadar simbol atau administrasi, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah,” tegasnya.

Sejumlah inovasi turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut, di antaranya integrasi tenaga perawat profesional dalam layanan kesehatan sekolah untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan penanganan kesehatan siswa. 

Selain itu, program buku rekening tabungan daur ulang juga diperkenalkan, yang mengajak siswa menabung melalui pengumpulan sampah bernilai ekonomis sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini.

Melalui kegiatan ini, seluruh sekolah peserta berkomitmen mengadopsi dan mengembangkan praktik baik yang telah dipelajari. 

Sebagai tindak lanjut, masing-masing sekolah diminta menyusun rencana implementasi dalam waktu 30 hari ke depan, yang akan dipantau dan dievaluasi secara berkala oleh Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh.

Dengan penguatan UKS ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan di Banda Aceh mampu menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman. 

Langkah ini juga menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap kesehatan dan lingkungan.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini