ACEH BESAR – Peringatan haul ke-12 ulama kharismatik Aceh, Abu H. Abdul Ghaffar atau yang dikenal sebagai Abu Lhoknga, menjadi momentum penting untuk mengenang jasa dan keteladanan beliau dalam membina umat, Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini tidak hanya diisi dengan doa bersama, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi masyarakat untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan ulama dalam kehidupan sehari-hari.
Ucapan selamat atas pelaksanaan haul tersebut turut disampaikan oleh Tgk. Ahmada MZ. Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjadikan Abu Lhoknga sebagai teladan dalam memperjuangkan syiar Islam, pendidikan, dan pembinaan akhlak.
Abu Lhoknga dikenal sebagai pendiri Dayah Tarbiyah Muridin di kawasan Rangkang, Lhok Lamkruet, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar.
Dari lembaga pendidikan tersebut, lahir banyak santri yang kini berkiprah sebagai ulama, pendidik, dan tokoh masyarakat.
Selain sebagai pendidik, beliau juga dikenal sebagai sosok sederhana, istiqamah, dan dekat dengan masyarakat.
Keteladanannya dalam menjaga nilai-nilai keislaman menjadi warisan berharga yang terus dikenang hingga saat ini.
Peringatan haul biasanya diisi dengan zikir, doa bersama, tausiah, serta silaturahmi antara ulama dan masyarakat.
Ribuan jamaah dari berbagai daerah diperkirakan hadir sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada almarhum.
Ahmada menegaskan, haul bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menanamkan kembali nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.
“Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kehidupan Abu Lhoknga dan melanjutkan perjuangan beliau dalam mendidik umat serta menjaga nilai-nilai Islam di tengah tantangan zaman,” ujarnya.
Melalui peringatan ini, diharapkan semangat perjuangan Abu Lhoknga terus hidup dan menjadi inspirasi dalam membangun Aceh yang religius dan bermartabat.[]
