Aceh Tamiang - Kabupaten Aceh Tamiang resmi memperingati hari jadinya yang ke-24 pada Jumat, 10 April 2026.
Upacara berlangsung khidmat di halaman Pendopo Bupati Aceh Tamiang dan dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Mayjen (Purn) Drs. Armia Fahmi selaku inspektur upacara.
Rangkaian kegiatan berjalan lancar, mulai dari pengibaran Sang Merah Putih, pembacaan Teks Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, hingga penyampaian amanat oleh bupati.
Kegiatan ini turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah, para bupati dan wali kota se-Sumatera Utara dan Aceh, pimpinan serta anggota DPRD, kepala SKPK, mantan bupati/wakil bupati, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur TNI dan Polri.
Dalam amanatnya, Bupati Armia Fahmi menegaskan bahwa peringatan HUT ke-24 bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat kembali fondasi pembangunan daerah yang sempat terguncang akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.
“Meskipun rencana kerja dalam RPJMD mengalami koreksi signifikan, momentum ini harus menjadi titik balik. Kita tidak hanya ingin pulih, tetapi bangkit bersama menjadi lebih kuat,” ujarnya.
Realisasi Bantuan Capai Ratusan Miliar
Bupati memaparkan capaian rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan bersama Satgas Pusat.
Hingga saat ini, penyaluran dana stimulan perbaikan rumah tahap pertama telah mencapai Rp112 miliar untuk 5.141 kepala keluarga (KK), mencakup rumah rusak ringan hingga sedang.
Selain itu, bantuan sosial ekonomi juga terus disalurkan secara transparan melalui Kantor Pos. Total bantuan yang diterima masyarakat mencapai ratusan miliar rupiah, meliputi santunan ahli waris, bantuan hidup, bantuan isi hunian, serta bantuan ekonomi produktif.
Untuk hunian sementara, dari target sekitar 9.180 unit, sebanyak 1.771 unit telah terbangun dan dihuni.
Pemerintah terus mempercepat pembangunan sisanya, termasuk penambahan unit di wilayah terdampak seperti Kampung Pematang Durian, Kampung Benua Raja, dan Kampung Menangkini.
Pada momentum hari jadi ini, pemerintah juga mengumumkan pencairan bantuan tahap kedua dari Kementerian Sosial untuk Kecamatan Rantau, Karang Baru, Bandar Pusaka, dan Bendahara dengan nilai mencapai puluhan miliar rupiah.
Selain itu, bantuan sapi kurban dari Presiden senilai total Rp21 miliar juga disiapkan menyambut Ramadan dan Idul Fitri.
Transformasi Tata Ruang dan Pengelolaan Sungai
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berkomitmen melakukan transformasi pembangunan, khususnya dalam penataan ruang yang lebih tangguh terhadap bencana.
Kolaborasi dengan akademisi dan pakar hidrologi dilakukan untuk menyusun ulang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
“Prioritas utama adalah penataan kawasan aliran sungai. Sungai Tamiang harus kembali menjadi urat nadi kehidupan dan sumber kemakmuran, bukan lagi sumber ancaman,” kata Bupati.
Selain itu, pembangunan Masjid Agung Aceh Tamiang juga akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari penguatan syariat Islam di daerah tersebut.
Ajakan Persatuan dan Waspada Hoaks
Menutup amanatnya, Bupati Armia Fahmi menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, jajaran kabinet, pemerintah daerah lain, LSM, serta seluruh elemen masyarakat yang telah membantu proses pemulihan Aceh Tamiang.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Tiga pesan utama yang disampaikan yakni menjaga lisan dan perilaku, waspada terhadap hoaks, serta bekerja dengan ikhlas.
“Dengan sinergi yang kuat, Insya Allah Aceh Tamiang tidak hanya pulih, tetapi menjadi daerah yang lebih tangguh dan sejahtera,” pungkasnya.[]
