Banda Aceh – Kondisi sejumlah ruas jalan berlubang di Kota Banda Aceh kembali menjadi sorotan karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Anggota Komisi I DPRK Banda Aceh, Ismawardi, mendesak Pemerintah Aceh melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera mengambil langkah cepat dalam menangani kerusakan tersebut.
Menurutnya, perbaikan jalan tidak boleh ditunda, apalagi hingga menunggu jatuhnya korban kecelakaan.
“Ini bukan persoalan kecil. Jalan berlubang bisa menjadi penyebab kecelakaan serius. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Ismawardi menjelaskan, meskipun ruas jalan tersebut berada di wilayah Kota Banda Aceh, kewenangan perbaikan berada di bawah Pemerintah Aceh melalui Dinas PUPR.
Sejumlah ruas jalan yang menjadi perhatian antara lain Jalan T. Nyak Arief menuju kawasan Darussalam, Jalan T. P Nyak Makam, serta Jalan T. Iskandar.
Ketiganya merupakan jalur utama dengan mobilitas tinggi, termasuk dilalui pelajar dan mahasiswa setiap hari.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi jalan di beberapa titik cukup memprihatinkan. Lubang dengan berbagai ukuran tersebar di badan jalan, bahkan sebagian tertutup genangan air saat hujan, sehingga sulit terlihat oleh pengendara.
Situasi ini memaksa pengendara mengurangi kecepatan secara mendadak atau berpindah jalur untuk menghindari lubang, yang justru berisiko memicu kecelakaan, terutama bagi pengguna sepeda motor.
Ismawardi menekankan perlunya penanganan cepat, minimal melalui penambalan sementara sebagai solusi jangka pendek, sembari menyiapkan perbaikan permanen yang lebih menyeluruh.
Ia juga mendorong Dinas PUPR Aceh untuk melakukan pendataan ulang terhadap seluruh titik jalan rusak di Banda Aceh agar penanganan dilakukan secara sistematis dan tidak bersifat parsial.
“Harus ada pemetaan yang jelas. Jangan tambal sulam. Kalau hanya sebagian diperbaiki, kerusakan akan terus berulang,” tegasnya.
Masalah infrastruktur jalan ini menjadi perhatian publik mengingat Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi memiliki mobilitas tinggi dan menjadi pusat aktivitas pendidikan, pemerintahan, serta ekonomi.
Masyarakat berharap pemerintah segera merespons dengan langkah konkret agar perbaikan jalan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan menyeluruh demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.[]
