Kodim 0102/Pidie Bangun Jembatan Perintis Garuda, Pulihkan Akses Antar Desa Pascabencana

Editor: Syarkawi author photo

 


Pidie – Komando Distrik Militer (Kodim) 0102/Pidie melaksanakan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Pante Beureueh, Kecamatan Mutiara, dengan Desa Ulee Tutue, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Rabu (29/4/2026).

Pembangunan jembatan ini menjadi langkah strategis untuk memulihkan akses transportasi masyarakat yang terputus akibat bencana banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025. 

Selama ini, kondisi tersebut berdampak pada terhambatnya mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.

Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos melalui Danramil 09/Mutiara Kapten Inf Ibrahim menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bantuan dari pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.

“Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya pembangunan jembatan penghubung dua desa. Kami berharap proses pengerjaan berjalan lancar hingga selesai agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujar Kapten Ibrahim.

Prosesi ground breaking berlangsung khidmat, diawali dengan tradisi adat peusijuek dan doa bersama sebagai wujud kearifan lokal masyarakat Aceh dalam memohon keselamatan dan keberkahan. 

Kegiatan ini turut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mencerminkan dukungan penuh terhadap pembangunan tersebut.

Dansatgas Pembangunan Jembatan Perintis wilayah Kodim 0102/Pidie, Kapten Czi Abdul Haris menjelaskan, jembatan yang dibangun memiliki panjang sekitar 50 meter dengan lebar 1,2 meter. Pengerjaan dilakukan oleh tenaga ahli konstruksi dan diawasi secara ketat agar sesuai standar teknis.

“Pembangunan dilakukan secara profesional agar jembatan yang dihasilkan kokoh, aman, dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” jelasnya.

Camat Mutiara, Nasrol, S.Pd., M.Pd mengapresiasi dimulainya pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat. Ia menyebutkan, selama ini warga harus menempuh jarak lebih jauh untuk mencapai desa seberang.

“Dengan adanya jembatan ini, akses masyarakat akan jauh lebih mudah, termasuk dalam situasi darurat seperti evakuasi bencana,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Muspika, Babinsa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat.

Hal ini menunjukkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan wilayah.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari program percepatan infrastruktur pedesaan yang melibatkan TNI Angkatan Darat bersama masyarakat.

Program ini bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke daerah terpencil.

Dengan dimulainya pembangunan ini, diharapkan akses transportasi kembali normal, mobilitas masyarakat meningkat, dan perekonomian warga dapat pulih serta berkembang.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini