Pembinaan Rohani WBP, Lapas Kelas III Labuha Gelar Pengajian Rutin di Masjid At-Taubah

Editor: Syarkawi author photo

 

Kepala Lapas Kelas III Labuha, Jumadi, memimpin langsung kegiatan pengajian Warga Binaan di Masjid At-Taubah, Kamis (30/4/2026) malam, sebagai bagian dari pembinaan kerohanian untuk memperkuat iman dan akhlak.

Labuha – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Labuha terus mengintensifkan pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan keagamaan. Salah satunya diwujudkan lewat pengajian rutin yang digelar di Masjid At-Taubah, Kamis malam (30/4/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIT tersebut berlangsung khusyuk dan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas III Labuha, Jumadi. 

Pengajian ini merupakan bagian dari program pembinaan kerohanian guna membentuk pribadi WBP yang lebih baik, berakhlak, dan siap kembali ke tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kajian keislaman, serta penyampaian pesan moral yang menekankan pentingnya memperkuat iman dan ketakwaan.

Dalam arahannya, Jumadi menegaskan bahwa pembinaan spiritual menjadi fondasi penting dalam proses pemasyarakatan. Ia mengajak para WBP memanfaatkan masa pembinaan sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.

“Keimanan dan ketakwaan harus menjadi bekal utama, baik selama menjalani masa pembinaan maupun saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Para WBP tampak antusias mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Pengajian ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga ruang refleksi diri yang memberikan ketenangan batin serta harapan baru untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Di sisi lain, petugas Lapas turut memastikan kegiatan berlangsung aman dan kondusif melalui pengawasan dan pendampingan tanpa mengurangi kekhidmatan suasana.

Ke depan, Lapas Kelas III Labuha berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan melalui kegiatan yang lebih rutin dan berkelanjutan, serta melakukan evaluasi berkala guna memastikan program berjalan efektif.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek keamanan, tetapi juga pembinaan mental dan spiritual, sehingga para WBP dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini