![]() |
| T. Adi Darma Kepala Disperindag Aceh |
Banda Aceh — Pemerintah Aceh melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi dengan menggelar Operasi Pasar Murah di sejumlah wilayah terdampak bencana.
Program ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 April 2026, dan dilaksanakan serentak di enam kabupaten/kota, yakni Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.
Daerah-daerah tersebut diprioritaskan karena terdampak bencana yang memengaruhi distribusi barang serta kestabilan harga kebutuhan pokok.
Kepala Disperindag Aceh, T. Adi Darma, menyampaikan bahwa seluruh persiapan, baik dari sisi logistik maupun distribusi, telah rampung. Pemerintah memastikan ketersediaan bahan pokok dalam jumlah cukup serta penyaluran yang tertib dan tepat sasaran.
“Seluruh kebutuhan sudah kami siapkan dengan matang. Kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau, terutama dalam kondisi pascabencana,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Ia menambahkan, pelaksanaan Operasi Pasar Murah di Aceh Utara pada hari terakhir, 29 April 2026, akan bertepatan dengan agenda nasional, yakni pembukaan kegiatan Posyandu Tingkat Nasional yang direncanakan dihadiri Menteri Dalam Negeri.
Momentum ini dinilai dapat memperkuat sinergi antara program pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Aceh berharap kegiatan ini tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.
Operasi Pasar Murah diharapkan mampu menekan laju inflasi daerah, menjaga ketersediaan pasokan, serta meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk kehadiran nyata pemerintah di tengah masyarakat yang tengah bangkit dari dampak bencana.
Dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar, warga diharapkan dapat memanfaatkan program ini secara optimal.
“Stok aman dan distribusi kami pastikan berjalan lancar serta tertib. Semoga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkas T. Adi Darma.
Melalui langkah ini, Pemerintah Aceh kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama, khususnya dalam masa pemulihan pascabencana. (***)
