Bandung – Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Jawa Barat melalui Bidang Hubungan Masyarakat melaksanakan aksi pelestarian lingkungan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pemulihan ekosistem seiring kembali dibukanya jalur pendakian bagi masyarakat umum.
Program yang juga melibatkan pengurus Bhayangkari Daerah Jawa Barat ini berfokus pada rehabilitasi kawasan hutan yang terdampak aktivitas manusia, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan pegunungan tersebut.
Salah satu inovasi yang diterapkan adalah metode Shooting Seeds, yaitu teknik penyebaran benih menggunakan alat pelontar modifikasi untuk menjangkau area sulit seperti lereng curam dan tebing terjal.
Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan, menjelaskan bahwa metode ini menjadi solusi efektif dalam kegiatan penghijauan di medan yang sulit dijangkau secara manual.
“Kami menyadari tantangan geografis di Gunung Gede sangat berat. Banyak area rusak berada di lereng curam dan jurang. Dengan Shooting Seeds, penanaman tetap bisa dilakukan secara efektif dan aman,” ujar Kapolda Jabar, Kamis (30/4/2026).
Bibit yang digunakan dalam program ini merupakan tanaman endemik seperti saninten dan rotan yang berperan penting dalam menjaga kelestarian hutan.
Selain penghijauan, kegiatan juga mencakup pelepasliaran satwa dilindungi, yaitu elang ular bido dan landak. Langkah ini bertujuan menjaga rantai makanan serta keseimbangan hayati di kawasan TNGGP.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
“Tujuan kegiatan ini adalah mengembalikan fungsi ekosistem Gunung Gede sebagai paru-paru dunia sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat dan pendaki,” ujarnya.
Polda Jabar berharap program ini dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam menjaga kelestarian alam serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.[]
