Puskesmas Darul Imarah Tinjau Kader ASMAN TOGA Leu Ue, Perkuat Kesehatan Tradisional Masyarakat

Editor: Syarkawi author photo

 

Tim Pembina Kesehatan Tradisional Puskesmas Darul Imarah meninjau kebun dan kegiatan Kader ASMAN TOGA di Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Jumat (24/4/2026). Foto: MC Aceh Besar

Aceh Besar – Tim Pembina Kesehatan Tradisional Puskesmas Darul Imarah melakukan kunjungan ke Kelompok Kader Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (ASMAN TOGA) di Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (24/4/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau sekaligus membina aktivitas kader dalam mengelola tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat.

Tim pembina yang dipimpin oleh Ainon Mardhiah, A.Md.Kep selaku penanggung jawab Program Kesehatan Tradisional, bersama Erliati, A.Md.Keb selaku penanggung jawab Program Lansia, turut didampingi Ketua Kader ASMAN TOGA Gampong Leu Ue, Erni. Mereka meninjau langsung kebun tanaman obat yang dikelola para kader.

Dalam kesempatan tersebut, Ainon Mardhiah mengapresiasi kekompakan dan keseriusan kader dalam menanam serta merawat berbagai jenis tanaman obat.

“Kami mengapresiasi kerja keras para kader. Kebun tanaman obat yang dikelola terlihat tumbuh dengan baik. Ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Gampong Leu Ue,” ujarnya.

Keuchik Gampong Leu Ue, Yusri, VE, ST, menyatakan dukungan penuh terhadap program pembinaan yang dilakukan oleh Puskesmas Darul Imarah. Foto: MC Aceh Besar

Ia menjelaskan, kelompok ASMAN TOGA merupakan kelompok masyarakat yang terdiri dari 5 hingga 10 keluarga yang dibina untuk menanam, mengolah, dan memanfaatkan tanaman obat keluarga, serta memiliki keterampilan tradisional seperti akupresur.

Program ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mendorong kemandirian keluarga, serta mendukung penghijauan lingkungan.

Ainon menambahkan, Puskesmas Darul Imarah saat ini telah membentuk kelompok kader ASMAN TOGA di 32 gampong dalam wilayah kecamatan tersebut. 

Pembinaan dilakukan secara rutin melalui pemantauan lapangan dan sosialisasi terkait jenis tanaman, teknik budidaya, hingga pengolahan menjadi obat herbal yang aman dikonsumsi.

“Pembinaan dilakukan secara berkala, termasuk edukasi pemanfaatan tanaman obat dan cara pengolahannya menjadi produk herbal yang bisa digunakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Keuchik Gampong Leu Ue, Yusri, VE, ST, menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan secara mandiri.

“Kami sangat mendukung pembinaan ini. Ke depan, kebun TOGA akan kami perluas agar dapat menampung lebih banyak jenis tanaman obat,” ungkapnya.

Ia berharap, pengembangan kelompok ASMAN TOGA tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan kesehatan keluarga, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi pengobatan herbal di tengah masyarakat.

Kelompok ASMAN TOGA memiliki peran strategis dalam memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman obat seperti kunyit, temulawak, jahe, daun sirih, dan serai, serta keterampilan dasar akupresur untuk penanganan keluhan ringan.

Melalui pembinaan berkelanjutan, para kader diharapkan mampu mengoptimalkan potensi tanaman obat keluarga sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan, sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat di bidang kesehatan tradisional.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini