KOTA JANTHO – Puskesmas Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar, melaksanakan kegiatan pembinaan dan pendampingan Integrasi Layanan Primer (ILP) Tahun 2026 bagi bidan gampong dan kader kesehatan di wilayah kerjanya, Selasa (31/3/2026).
Kepala Puskesmas Kuta Malaka, dr. Eliana, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat melalui Posyandu.
Kegiatan Posyandu berbasis ILP dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama diawali dengan pembekalan dan sosialisasi mengenai konsep Integrasi Layanan Primer kepada para bidan desa dan kader kesehatan.
Dalam kegiatan ini, peserta juga mendapatkan materi terkait pelaksanaan Posyandu berbasis ILP, termasuk simulasi pelayanan agar kader memahami alur serta standar pelayanan yang harus diterapkan di lapangan.
“Sosialisasi dan pembekalan ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari dan dilaksanakan di beberapa titik lokasi yang melibatkan kader dari sejumlah desa di wilayah kerja Puskesmas Kuta Malaka. Setiap titik kegiatan diikuti oleh kader dari tiga desa yang tergabung dalam satu kelompok wilayah binaan,” ujar dr. Eliana.
Ia menjelaskan, pembinaan dan penyegaran kader menjadi hal penting untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam memberikan pelayanan kesehatan di Posyandu.
Hal ini juga merupakan bagian dari upaya memperkuat penerapan Integrasi Layanan Primer yang saat ini terus dikembangkan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pembekalan yang lebih komprehensif agar para kader memahami konsep ILP dan mampu menerapkannya dalam pelayanan di desa masing-masing,” katanya.
Menurutnya, pelaksanaan layanan ILP di sejumlah Posyandu yang telah berjalan masih perlu ditingkatkan, sehingga diperlukan pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan.
“Ini semua kita lakukan agar pelayanan dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program pembinaan ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahapan sepanjang tahun 2026.
Setelah tahap sosialisasi dan pembekalan, kegiatan akan dilanjutkan dengan monitoring pelaksanaan Posyandu ILP di masing-masing desa.
Selanjutnya, pada tahap berikutnya akan dilakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan seluruh pelayanan berjalan sesuai pedoman.
Pada tahap akhir, para kader akan mengikuti ujian untuk mengukur kemampuan dan pemahaman terhadap materi yang telah diberikan. Kader yang dinyatakan lulus serta memenuhi 25 kompetensi kader akan memperoleh sertifikat kelulusan.
“Kami berharap melalui pembinaan ini, para kader memiliki kompetensi yang baik dan mampu memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar, sehingga mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat juga semakin meningkat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, kegiatan tersebut juga diikuti dengan pembekalan langsung dari Kepala Puskesmas Kuta Malaka kepada para bidan gampong dan kader kesehatan dalam rangka penguatan layanan kesehatan berbasis ILP di wilayah setempat.[]
