Puskesmas Kuta Malaka Perkuat Layanan Kesehatan Desa, Kapus Tekankan Kompetensi Kader

Editor: Syarkawi author photo

 

Kepala Puskesmas Kuta Malaka, dr. Eli Diana, memberikan pembinaan kepada bidan desa dan kader kesehatan dari 15 desa dalam kegiatan evaluasi UPKD/K tahun 2026 di wilayah kerja Puskesmas Kuta Malaka, Aceh Besar, Kamis (9/4/2026). (MC Aceh Besar)

KOTA JANTHO – Puskesmas Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar, menggelar kegiatan pembinaan dan evaluasi Upaya Pelayanan Kesehatan di Desa/Kelurahan (UPKD/K) tahun 2026, Kamis (9/4/2026), guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tingkat gampong.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh bidan desa serta kader kesehatan dari 15 desa dalam wilayah kerja Puskesmas Kuta Malaka. 

Pembinaan ini bertujuan memperkuat tata kelola, mutu layanan, serta efektivitas pelayanan kesehatan yang terintegrasi di tingkat desa.

Kepala Puskesmas Kuta Malaka, dr. Eli Diana, menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk memastikan pelayanan kesehatan dasar berjalan sesuai standar dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“UPKD merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat desa. Karena itu, bidan desa dan kader kesehatan harus memiliki kompetensi yang memadai agar pelayanan dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, UPKD/K mencakup berbagai fasilitas layanan kesehatan di desa seperti Puskesmas Pembantu (Pustu), Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), dan Posyandu, yang berperan penting dalam mendekatkan layanan kesehatan dasar kepada masyarakat.

Menurutnya, melalui pembinaan dan evaluasi ini, pihak puskesmas juga mendorong penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang berfokus pada upaya promotif dan preventif.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan seluruh kader kesehatan memiliki kompetensi sesuai standar dan mampu menjalankan tugasnya dengan baik,” tambahnya.

Selain pembinaan, kegiatan tersebut juga menjadi forum evaluasi untuk menilai perkembangan program kesehatan di masing-masing desa sekaligus mengidentifikasi kendala di lapangan.

dr. Eli Diana berharap, peningkatan kapasitas kader dan bidan desa dapat mendorong pelayanan kesehatan yang lebih optimal dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Kader kesehatan merupakan ujung tombak pelayanan di desa. Jika kadernya kompeten, maka kualitas pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin baik,” pungkasnya.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini